“Silakan, welcome. Semua bisa diakomodir demi organisasi,” ucapnya.
Lebih lanjut, Bimo menegaskan bahwa KBPP Polri memiliki kedekatan historis dan emosional dengan institusi Kepolisian Republik Indonesia. Bahkan menurutnya, KBPP Polri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keluarga besar Polri itu sendiri.
“Bukan hanya dekat, karena KBPP merupakan bagian daripada Polri itu sendiri,” tegasnya.
Terkait sinkronisasi program kerja dengan institusi Polri ke depan, Bimo mengatakan pihaknya akan melakukan komunikasi dan pembahasan lebih lanjut bersama jajaran pengurus serta para senior organisasi. Namun ia memastikan seluruh langkah yang diambil nantinya akan berorientasi pada kepentingan institusi Polri serta kesejahteraan anggota KBPP Polri.
“Nanti kita lihat dan dibicarakan bersama teman-teman lainnya juga. Intinya yang terbaik buat institusi Polri,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bimo juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat melakukan komunikasi melalui sambungan video call dengan jajaran petinggi Polri, termasuk Wakapolri. Menurutnya, pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya menjaga kekompakan organisasi dan membangun KBPP Polri agar semakin memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.
“Harapannya KBPP Polri harus lebih kompak lagi, bersama-sama membesarkan organisasi, sehingga pada akhirnya membawa manfaat buat anggotanya. Dan kita juga tetap patuh pada institusi Polri itu sendiri,” kata Bimo menirukan pesan yang diterimanya.
Saat ditanya mengenai waktu pelantikan sebagai Ketua Umum, Bimo menyerahkan sepenuhnya kepada keputusan pimpinan Polri.
“Kita tunggu waktunya dari Pak Kapolri atau Pak Wakapolri,” ujarnya singkat.
Selain menekankan pentingnya soliditas organisasi, Bimo juga berbicara mengenai harapannya untuk membangun kepemimpinan yang lebih dekat dengan anggota di daerah. Menanggapi istilah “egaliter” yang sempat disampaikan sejumlah pengurus daerah, Bimo memilih merendah dan menyerahkan penilaian tersebut kepada anggota organisasi.






