PT. IPN juga menandatangani perjanjian pembiayaan peralatan pembibitan dengan Senyuanda Ecological Environmental Group, Co. Ltd dan Guandong Hongke Agriculture Machinery R&D Co, Ltd. Berbagai peralatan agrikultur tersebut diperlukan mulai dari pengolahan lahan sampai panen dengan total investasi sebesar Euro 35.000.000,-.
“Semua peralatan tersebut akan dikirim ke lokasi pembibitan dan budidaya padi PT. SAN di kabupaten Musi Rawas. Adapun Rice Mill atau penggilingan padi akan segera dibangun di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung yang berkapasitas 100.000 ton per tahun untuk tahap pertama yang selanjutnya akan di tingkatkan hingga 400.000 ton per tahun,” ujar Andi Nursyam Halid.
Dia menjelaskan, pabrik penggilingan padi tersebut akan menjadi pusat pengolahan gabah dari para petani di Tulang Bawang dan sekitarnya yang berada di Kawasan Industri Terpadu. Sebelumnya IPN menandatangi MoU dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang untuk membangun kawasan Industri terpadu seluas 1.400 ha yang berlokasi di dekat lahan budi daya padi 5.000 ha disana.
Sehari sebelumnya rombongan mengunjungi fasilitas pengembangan bibit, pabrik peralatan penggilingan padi (Rice Mill Equipment Factory) dan lokasi penggilingan padi dengan kapasitas 160.000 ton per tahun di Kabupaten Yangzhou, Provinsi Jiangsu, China. Kunjungan ini merupakan studi banding untuk bahan penelitian dan pengembangan bibit padi unggul di Indonesia yang semua fasilitas laboratoriumnya akan dibangun oleh PT. IPN di Musi Rawas, Tulang Bawang dan Marauke.
Ikut pula dalam rombongan ini, Abdul Rahman Zainuddin (Direktur Operasional IPN), Andi M. Rifki Naufal (Direktur IPN), Rodi Wijaya (Direktur PT. Silampari Agro Nusantara, Anak Usaha IPN), Andi M. Natsir Halid, Mardianto. Rombongan Team Ahli Pembibitan dan Budidaya Padi dari Universitas Hasanuddin yakni Prof. Dr. Rinaldi Sjahril, Prof. Dr. Yunus Musa, Dr. M. Fuad Anhori. Mereka menjalankan studi banding untuk bahan penelitian






