Mahasiswa Trisakti Soroti Kemunduran Demokrasi, Desak Tuntaskan Kasus HAM dan Usut Andrie Yunus

Mahasiswa Trisakti Soroti Kemunduran Demokrasi, Desak Tuntaskan Kasus HAM dan Usut Andrie Yunus

JAKARTA — Porosnusantara co id. Masyarakat Mahasiswa Universitas Trisakti bersama Keluarga Besar Mahasiswa Trisakti menyampaikan pernyataan sikap terkait kondisi demokrasi dan penegakan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia yang dinilai mengalami kemunduran.

Dalam pernyataan resminya, mahasiswa menyoroti berbagai indikasi melemahnya supremasi sipil serta menyempitnya ruang kebebasan berekspresi di tengah situasi nasional saat ini.

Mereka menilai kebebasan berpendapat sebagai hak dasar warga negara harus dijamin dan tidak boleh dibatasi oleh kekuasaan dalam bentuk apa pun.

Mahasiswa juga mendesak negara untuk memastikan ruang demokrasi tetap terbuka serta terbebas dari intimidasi maupun tindakan represif terhadap masyarakat sipil.

Selain itu, mereka menuntut pemerintah untuk menyelesaikan seluruh kasus pelanggaran HAM secara menyeluruh, baik yang terjadi di masa lalu maupun yang masih berlangsung hingga saat ini.

Menurut mereka, negara memiliki kewajiban untuk menghadirkan keadilan melalui proses hukum yang transparan, akuntabel, dan tidak tebang pilih terhadap siapa pun yang terlibat.

Dalam pernyataan tersebut, mahasiswa juga menyoroti kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus yang dinilai sebagai bentuk kekerasan serius.

Mereka mendorong agar kasus tersebut ditetapkan sebagai pelanggaran HAM berat karena tidak hanya berdampak pada korban, tetapi juga mencederai rasa keadilan publik.

Selain itu, mahasiswa menuntut agar seluruh pelaku diproses melalui peradilan umum secara terbuka dan independen, bukan melalui mekanisme lain yang berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *