Porosnusantara.co.id|
ROKAN HILIR – Komitmen menjaga keamanan tidak membuat Kapolsek Tanah Putih Tanjung Melawan, IPTU Kodam F. Sidabutar, melupakan pentingnya pelestarian budaya lokal.
Di tengah kesibukannya sebagai aparat penegak hukum, ia justru dikenal aktif menghidupkan nilai-nilai tradisi melalui seni bela diri pencak silat di setiap kegiatan masyarakat.
Setiap kali menghadiri undangan warga, baik dalam acara adat, hajatan, maupun kegiatan sosial, IPTU Kodam F. Sidabutar kerap menampilkan atau terlibat langsung dalam atraksi pencak silat.
Kehadirannya tidak hanya sebagai simbol keamanan, tetapi juga sebagai representasi kecintaan terhadap warisan budaya leluhur.
Menurutnya, pencak silat bukan sekadar seni bela diri, melainkan juga sarana pembentukan karakter, disiplin, serta penghormatan terhadap nilai-nilai adat dan kearifan lokal.
“Melestarikan budaya adalah tanggung jawab bersama. Pencak silat menjadi salah satu cara untuk menjaga identitas dan jati diri masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.
Kehadiran Kapolsek dalam balutan nuansa budaya ini pun mendapat apresiasi dari masyarakat. Selain mempererat hubungan antara kepolisian dan warga, pendekatan tersebut dinilai mampu menciptakan suasana yang harmonis dan penuh kekeluargaan.
Langkah IPTU Kodam F. Sidabutar ini menjadi contoh bahwa menjaga keamanan dan melestarikan budaya dapat berjalan beriringan. Melalui pendekatan humanis dan kultural, Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat.






