Kawasan Lapangan Banteng tampak semarak dengan dominasi ornamen merah khas Tahun Baru Imlek. Panggung utama memadukan dekorasi bernuansa Tionghoa dan sentuhan budaya Nusantara, mencerminkan akulturasi dan harmoni lintas budaya yang menjadi inti festival.
Sebelum acara puncak, pada sore hari digelar pawai budaya di sekitar Jalan Lapangan Banteng. Menteri Agama Nasaruddin Umar membuka pawai tersebut sekitar pukul 16.26 WIB, didampingi sejumlah wakil menteri dan kepala daerah, antara lain Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda serta Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti.
Pembukaan pawai ditandai dengan pemukulan beduk di panggung yang berlokasi di kawasan antara Gereja Katedral Jakarta dan Masjid Istiqlal, simbol kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
Parade budaya menampilkan barongsai dari berbagai daerah, ondel-ondel, Reog Ponorogo, pencak silat, serta beragam kesenian Nusantara lainnya. Selain pertunjukan budaya, festival ini juga menghadirkan bazar UMKM, kuliner khas pecinan dan makanan lokal, pameran sejarah kontribusi tokoh Tionghoa dalam perjuangan kemerdekaan, serta dialog lintas agama yang menguatkan pesan kebangsaan.
Panitia mengimbau masyarakat memanfaatkan transportasi umum seperti TransJakarta dan KRL Commuter Line guna menghindari kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi acara.






