Porosnusantara.co.id |
Jakarta – PT Dua Pilar Usaha terus memperluas sayap bisnisnya dengan meluncurkan layanan pembiayaan untuk dealer mobil bekas. Langkah ini diharapkan bisa membantu para pedagang mobil menengah di Indonesia meningkatkan kapasitas jualannya sekaligus membuka peluang bagi perusahaan untuk berbagi keuntungan.
Dalam wawancara eksklusif dengan Poros Nusantara, Eko Bayu Firdaus, yang nantinya akan menjabat sebagai CEO, menjelaskan konsep bisnis baru ini. “Kita berharap dealer bisa lebih optimal lagi dalam menjual mobil bekas. Uang pembelian mobil berasal dari perusahaan kami, sedangkan keuntungan dibagi hasil antara kami dan dealer,” ujar Bayu.
Menurut Bayu, target utama program ini adalah dealer menengah yang memiliki potensi pasar tetapi terbatas modal. “Ada pedagang-pedagang di Jakarta yang ingin membeli mobil untuk dijual kembali, tapi mereka tidak punya cukup dana. Di sinilah peran kita, menyediakan modal, sementara dealer tetap mengelola penjualan,” tambahnya.
Bayu juga menekankan bahwa model bisnis ini lebih efisien dibandingkan harus menambah lokasi fisik atau menyewa tempat. “Barang, seperti BPKB atau servis mobil, tetap ada di dealer, jadi kita tidak butuh sewa gedung atau tempat tambahan. Cukup bermitra dengan pedagang yang mau bekerja sama,” jelasnya.
Proses kerja sama dilakukan secara selektif. Dealer yang ingin bergabung akan melalui verifikasi profil dan riwayat bisnis selama 5–10 tahun terakhir. “Kita membuat perjanjian kerja sama dan menetapkan plafon penggunaan dana berdasarkan kapasitas masing-masing dealer. Sejauh ini, Otto.com sudah menjadi salah satu contoh kerja sama yang berjalan lancar,” kata Bayu.
Selain membantu dealer, PT Dua Pilar Usaha juga berencana memperluas layanan untuk masyarakat umum, sehingga penjualan mobil bekas bisa lebih mudah dan transparan. “Ke depan, masyarakat yang ingin menjual mobilnya tidak akan bingung. Mereka bisa menghubungi kami, dan kami akan membantu,” tutup Bayu.






