Dalam pernyataan sikapnya, mereka menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah dan DPR. Di antaranya meminta pemerintah meninjau kembali keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace serta mempertimbangkan untuk keluar jika dinilai tidak mendukung kemerdekaan Palestina.
Mereka juga menolak rencana pengiriman pasukan TNI ke Gaza apabila misi tersebut berkaitan dengan agenda demiliterisasi yang berpotensi menempatkan Indonesia sebagai bagian dari kekuatan pendudukan. Selain itu, mereka mendesak pemerintah dan DPR untuk mengevaluasi seluruh perjanjian dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat yang dinilai tidak adil dan merugikan kepentingan nasional.
Di akhir pernyataannya, koalisi mahasiswa, pemuda, dan masyarakat sipil mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan serta menjaga semangat antikolonialisme sebagaimana yang diwariskan para pendiri bangsa.
Aksi nasional tersebut disebut sebagai bentuk upaya masyarakat sipil untuk mengingatkan pemerintah agar tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif serta amanat konstitusi dalam memperjuangkan keadilan dan perdamaian dunia.






