Krisis BBM Memuncak di Bagansiapiapi, SPBU SPRH Tutup, Tokoh Pemuda Desak Kepala Daerah Mundur

Krisis BBM Memuncak di Bagansiapiapi, SPBU SPRH Tutup, Tokoh Pemuda Desak Kepala Daerah Mundur

ROKAN HILIR – Porosnusantara co id. Krisis bahan bakar minyak (BBM) di Bagansiapiapi kian memuncak. Kelangkaan yang telah berlangsung lama kini mencapai titik kritis, menyusul tutupnya operasional SPBU SPRH, unit usaha milik BUMD Rokan Hilir yang seharusnya menjadi garda terdepan penyediaan energi bagi masyarakat.

Di Bagan Siapi-api, masyarakat kini harus menghadapi kenyataan pahit: sulitnya memperoleh BBM untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini tidak hanya melumpuhkan aktivitas transportasi, tetapi juga menghantam sektor perikanan, khususnya nelayan yang sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar.

Tokoh pemuda Rokan Hilir, Carles, SP melontarkan kritik keras terhadap pemerintah daerah dan DPRD yang dinilai tidak menunjukkan keseriusan dalam menangani persoalan tersebut.

“Saya minta Bupati dan Wakil Bupati Rokan Hilir mundur kalau tidak mampu mengatasi persoalan minyak di daerah ini, khususnya di Bagan Siapi-api. DPRD dengan 45 kursi juga bungkam. Di mana fungsi pengawasan terhadap eksekutif? Seolah-olah mereka kompak untuk diam,” tegas Carles

Ia menambahkan bahwa krisis BBM ini bukan persoalan baru, melainkan masalah lama yang terus berulang tanpa solusi nyata dari pihak berwenang.

“Ini sudah berlangsung sejak lama, mulai dari sulitnya BBM untuk nelayan hingga sekarang semakin parah. Masyarakat setiap hari kesulitan mendapatkan BBM, tapi tidak ada langkah tegas yang terlihat,” lanjutnya.

Carles juga menyindir keras kinerja para pejabat daerah yang dinilai tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kalau tidak mampu bekerja dan tidak memberi manfaat bagi masyarakat, lebih baik mengundurkan diri daripada terus membiarkan rakyat menderita,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *