Porosnusantara.co.id |
Jakarta, Senin (2/3/2026) — Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia menggelar konferensi pers khusus di Kediaman Duta Besar Iran, Jl. Madiun No. 1, Menteng, Jakarta Pusat, menyusul serangan yang disebut sebagai agresi oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Republik Islam Iran.
Konferensi pers yang berlangsung sejak pukul 15.30 WIB hingga waktu berbuka puasa (iftar) tersebut juga diselenggarakan sehubungan dengan gugurnya sejumlah pejabat tinggi Iran dalam insiden yang dinilai memperburuk situasi keamanan kawasan.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian pernyataan resmi oleh Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi.
Dalam sambutannya, Dubes Boroujerdi menyampaikan apresiasi kepada insan media yang hadir serta menegaskan pentingnya komunikasi terbuka di tengah dinamika geopolitik internasional yang semakin kompleks.
“Kediaman ini adalah rumah bagi Anda semua. Kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran rekan-rekan media di tengah suasana Ramadan yang penuh berkah ini,” ujarnya.
Namun, ia menegaskan bahwa Ramadan tahun ini diliputi duka mendalam bagi rakyat Iran. Menurutnya, serangan yang terjadi telah menimbulkan korban jiwa dari kalangan sipil, termasuk anak-anak sekolah dasar, tenaga medis, serta warga yang tengah menjalankan ibadah puasa. Sejumlah fasilitas publik, termasuk rumah sakit, juga dilaporkan terdampak.
“Serangan ini menunjukkan tidak adanya penghormatan terhadap warga sipil, nilai-nilai kemanusiaan, maupun prinsip hukum humaniter internasional,” tegasnya.
Dinilai Melanggar Piagam PBB
Dalam pernyataannya, Dubes Boroujerdi menyebut tindakan militer tersebut bertentangan dengan Pasal 2 Ayat 4 Perserikatan Bangsa-Bangsa yang secara tegas melarang ancaman atau penggunaan kekuatan terhadap kedaulatan serta integritas teritorial suatu negara.
Ia juga menyoroti bahwa serangan tersebut terjadi ketika jalur diplomasi dan negosiasi masih berlangsung.
“Ketika diplomasi belum selesai dan perundingan masih berjalan, serangan justru dilakukan. Ini mencerminkan ketidakpatuhan terhadap mekanisme penyelesaian damai yang menjadi fondasi sistem internasional,” katanya.
Menurutnya, tindakan tersebut bukan hanya berdampak pada Iran, tetapi juga berpotensi memperluas ketegangan dan destabilisasi di kawasan Timur Tengah yang selama ini telah menghadapi dinamika geopolitik kompleks.






