Hadiri Silaturahmi Akbar Kaum Betawi, Pramono Anung Tegaskan Komitmen Perkuat Identitas Budaya Jakarta

Porosnusantara.co.id | JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri acara Silaturahmi Akbar Kaum Betawi di pelataran Museum M.H. Thamrin, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (15/2/2026).

Pramono hadir mengenakan baju koko putih, peci hitam, celana hitam, serta sarung merah tua. Setibanya di lokasi, ia duduk di barisan terdepan bersama Ketua Dewan Adat Kaum Betawi sekaligus mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2007–2012, Fauzi Bowo (Foke). Acara diawali dengan penampilan Tari Kinang Kilaras khas Betawi.

Dalam sambutannya, Pramono menekankan pentingnya soliditas internal kaum Betawi. Ia berharap berbagai persoalan organisasi dapat diselesaikan secara kekeluargaan demi persatuan.

“Saya ingin masyarakat Betawi betul-betul menjadi satu. Apa pun keputusan yang diputuskan Bang Foke, saya pegang dan saya yang bertanggung jawab,” ujar Pramono.

Ia juga mengusulkan agar kegiatan haul ulama Betawi dapat digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai panitia pelaksana. Selain itu, ia menyinggung rencana pelaksanaan Lebaran Betawi di Lapangan Banteng serta penguatan sanggar seni dan pelaku UMKM berbasis budaya Betawi.

Menurut Pramono, kebudayaan Betawi harus menjadi identitas kuat Jakarta sebagai kota global, sekaligus menjadikan kaum Betawi sebagai tuan rumah di daerahnya sendiri.

“Atas nama Pemprov DKI Jakarta, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para sesepuh Betawi. Kami berkomitmen mendukung kemajuan dan persatuan Kaum Betawi,” katanya.

Pramono juga menyoroti pentingnya pelestarian cagar budaya Betawi yang dinilai masih belum terkelola optimal. Ia meminta Dinas Kebudayaan DKI Jakarta melakukan penanganan lebih serius serta mendorong pembukuan budaya Betawi agar menjadi warisan lintas generasi.

Ia menegaskan banyak tokoh Betawi memiliki peran besar dalam sejarah perjuangan bangsa, seperti Ismail Marzuki dan M.H. Thamrin. Menurutnya, penguatan pendidikan muatan lokal, pembinaan sanggar seni, serta pemberdayaan UMKM Betawi perlu terus ditingkatkan agar identitas budaya Jakarta semakin kokoh.

“Mudah-mudahan ini menjadi penguat identitas Jakarta sebagai kota global yang tetap dikenal dengan budaya Betawinya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Adat Kaum Betawi Fauzi Bowo menyampaikan bahwa silaturahmi tersebut merupakan tindak lanjut dari Kongres Kaum Betawi yang telah digelar sebelumnya. Ia menyebut kegiatan tersebut dihadiri 99 persen kelompok Betawi dan menghasilkan sejumlah kesepakatan program hingga Lebaran Betawi 2026.

“Pertama kita bersatu, setelah itu baru menyusun strategi untuk merespons harapan Pak Gubernur. Insya Allah terkabul,” tutup Fauzi.

Penulis: supriyadiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *