Porosnusantara.co.id|
JAKARTA — Forum Mahasiswa dan Rakyat (FORMAT) menyatakan sikap tegas atas mencuatnya dugaan skandal korupsi dan kejahatan kepabeanan yang menyeret nama Hendri Darnadi, yang baru saja dilantik sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jakarta. FORMAT menilai dugaan tersebut mencerminkan wajah buram birokrasi dan lemahnya pengawasan di sektor strategis negara.
“Publik kembali disuguhi wajah bobrok birokrasi ketika pejabat yang seharusnya menjaga kedaulatan ekonomi justru diduga terlibat dalam kejahatan kepabeanan yang terorganisir,” ujar perwakilan FORMAT dalam pernyataan sikapnya di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
FORMAT mengungkapkan dugaan keterlibatan Hendri Darnadi dalam berbagai praktik ilegal, mulai dari impor daging ilegal, perlindungan produksi rokok putih ilegal di Madura dan Malang, hingga dugaan memfasilitasi jaringan mafia kepabeanan. Dua jaringan yang disorot adalah Jaringan Tekstil Ilegal (JIRO) di wilayah Cikarang dan Jaringan Kayu dan Rotan Ilegal (JALECA) di wilayah Kudus.
“Jika dugaan ini benar, maka ini bukan pelanggaran administratif biasa, melainkan bagian dari mafia kepabeanan yang secara sistematis merugikan negara dan menghancurkan industri nasional,” tegas FORMAT.
FORMAT juga menyoroti fakta bahwa nama Hendri Darnadi disebut telah lama muncul dalam berbagai dugaan perkara, namun selalu lolos dari jerat hukum. Kondisi tersebut dinilai mengindikasikan adanya perlindungan jaringan kekuasaan dan oligarki yang membentengi pelaku kejahatan ekonomi.
“Negara tidak boleh kalah oleh mafia, dan aparat penegak hukum tidak boleh tunduk pada kekuasaan atau kepentingan tertentu,” kata FORMAT.
Di bawah pemerintahan Prabowo Subianto yang mengusung komitmen pemberantasan korupsi, FORMAT menilai pembiaran terhadap kasus ini akan menjadi pengkhianatan terhadap amanat reformasi dan kepercayaan rakyat.






