Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh Kepala Sub Bagian Pelayanan, Wahyu Agung, yang membahas berbagai permasalahan aktual terkait tingginya angka kecelakaan di wilayah Jakarta Pusat. Dalam paparannya, Wahyu menjelaskan bahwa sebagian besar kecelakaan disebabkan oleh faktor manusia, seperti kelalaian pengemudi dan rendahnya kesadaran terhadap peraturan lalu lintas. Karena itu, ia menegaskan pentingnya upaya edukasi dan perubahan perilaku melalui kampanye keselamatan yang berkesinambungan.
“Tren kecelakaan lalu lintas di wilayah perkotaan menunjukkan bahwa faktor manusia masih menjadi penyebab utama. Oleh karena itu, edukasi dan pembinaan terhadap perilaku berkendara menjadi aspek yang sangat penting,” jelas Wahyu Agung.
Selain pemaparan materi, kegiatan FGD juga diakhiri dengan penyusunan notulensi oleh Kepala Sub Bagian Administrasi, Chyntia Felisiane, yang merangkum seluruh hasil diskusi dan kesepakatan yang akan menjadi dasar tindak lanjut bersama antarinstansi. Dari hasil diskusi tersebut, seluruh peserta forum menyepakati beberapa langkah konkret yang akan segera dilaksanakan di lapangan. Kesepakatan tersebut meliputi pelaksanaan pemasangan spnmduk himbauan di jalan jampea , jalan cilincing kramat jati dan jalan engano pos 8 jakarta utara.
Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya bersama dalam menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Jakarta utara dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan di jalan raya. Forum ini juga menjadi wadah penting untuk menyatukan visi dan strategi antarinstansi dalam menghadapi tantangan lalu lintas di kawasan perkotaan yang kompleks dan dinamis.
Pahala Hendra Hasian menambahkan bahwa kegiatan seperti FKLL bukan sekadar forum komunikasi, melainkan bagian dari strategi besar Jasa Raharja untuk memperkuat peran preventif dalam penanganan keselamatan lalu lintas. Selama ini, Jasa Raharja tidak hanya berperan memberikan santunan kepada korban kecelakaan, tetapi juga aktif berperan dalam pencegahan kecelakaan melalui kegiatan edukasi, sosialisasi, dan kolaborasi lintas lembaga.
“Kami berkomitmen untuk tidak hanya hadir setelah kecelakaan terjadi, tetapi juga berada di garis depan dalam mencegahnya. Melalui forum seperti FKLL ini, kita dapat berbagi data, menyatukan langkah, dan merumuskan kebijakan yang lebih efektif demi keselamatan bersama,” ungkapnya.
Dengan terselenggaranya FGD Forum Komunikasi Lalu Lintas ini, diharapkan seluruh instansi yang terlibat dapat terus memperkuat koordinasi dan melaksanakan langkah-langkah nyata di lapangan.






