Harga Saham BUMI Stagnan di Tengah Pelemahan IHSG, Laba Anjlok 51 Persen Akibat Cuaca Ekstrem dan Kenaikan Biaya

 
 

Porosnusantara.co.id | Jakarta Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada 5 November 2025 mengalami stagnasi saat pembukaan pasar sesi pertama. Saham BUMI dibuka stagnan 0 poin atau 0,00 persen di posisi Rp138 per lembar saham. Kondisi stagnan ini terjadi di tengah laju IHSG yang menurun pada sesi perdagangan pagi ini.

Pada perdagangan bursa sebelumnya, BUMI ditutup di harga yang sama, yakni Rp138 per saham.

 

Meski pergerakan saham terpantau fluktuatif, BUMI tetap menjadi salah satu saham yang menarik perhatian investor di tengah dinamika pasar yang terus berkembang. Saat ini, BUMI memiliki total nilai kapitalisasi pasar (market cap) sebesar Rp52 triliun.

Harga saham dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga investor disarankan untuk selalu memantau pergerakan pasar secara real-time.


Filosofi Perusahaan

Langkah-langkah BUMI berpedoman pada tiga prinsip dasar:

  1. Bagaimana cara terbaik untuk menciptakan nilai.

  2. Bagaimana cara terbaik untuk mencapai kemakmuran.

  3. Bagaimana cara terbaik untuk mendapatkan berbagai peluang.

Selain itu, perusahaan juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dalam seluruh kegiatan operasionalnya.


Kinerja Keuangan

PT Bumi Resources Tbk (IDX: BUMI) mencatatkan laba bersih sebesar USD81,8 juta pada semester I tahun 2023, atau turun 51,2 persen dibanding periode yang sama tahun 2022 yang mencapai USD167,7 juta.

Penurunan laba tersebut dipicu oleh pendapatan yang merosot 13,3 persen menjadi USD303,6 juta pada semester I 2023, dibandingkan USD350,1 juta pada semester I 2022.

Salah satu penyebab utama penurunan ini adalah kondisi hujan deras yang terus-menerus (La Niña) serta turunnya harga FOB (free on board) atau harga jual di lokasi tambang sebesar 16 persen dibanding semester I 2022.

 
Penulis: SupriyadiEditor: Redaksi
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *