Timanggong Rudi SH Mangkir Dari Panggilan Kapalo Binua Garantukng Sakawokng Marsianus Kodim SH Untuk Klarifikasi Pencabutan Tempayan Tanpa Prosedur Adat Dayak

Screenshot_2025-10-23-16-39-01-25_99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817

Timanggong Rudi SH Mangkir Dari Panggilan Kapalo Binua Garantukng Sakawokng Marsianus Kodim SH Untuk Klarifikasi Pencabutan Tempayan Tanpa Prosedur Adat Dayak

Singkawang-Kalbar (kamis 23/10/2025). Pencabutan tempayan adat Dayak lokasi gedung happy building mendapat sorotan keras dari petuah-petuah adat Dayak serta TBBR Yang Datang seperti dari TBBR Ngara,TBBR Toho, TBBR Binuang Anjungan, TBBR Bengkayang, TBBR Sanggao Kulor, TBBR Pamingmilang, TBBR Sijangkung, Ketua adat sijangkung, Ketua Pamane Paminglang, Mangku Kota Singkawang, Panglima Perang. TBBR Sui Raya. Mereka hadir ingin mau melihat langsung klarifikasi dari Timanggong V. Rudi Adi Darmawi SH mengenai Pencabutan Tempayan Adat tersebut.

Dalam pertemuan di rumah Binua Garantukng Sakawokng Bagak Sahwa hampir 60 orang yang datang. Mereka penasaran ingin mau tau siapa sebenarnya yang bertanggung mencabut tempayan adat Dayak tersebut.

Marsianus Kodim SH. selaku Kapalo Binua Garantukng Sakawokng menegaskan bahwa aturan adat Dayak itu sudah ada ketentuan dan peraturannya sehingga semua masyarakat adat Dayak wajib hukumnya menaati ketika ada pelaksanaan adat di suatu tempat. Dan untuk mengenai Pencabutan peraga adat Dayak yang sudah di pasang itu tidak boleh di cabut atau di rusak, karena hal itu bisa merusak kesakralan adat Dayak sendiri

Lebih jauh Kodim demikian sapaan akrabnya menjelaskan bahwa pelaksanaan ritual adat hanya berlaku bagi masyarakat Dayak dan tidak diperbolehkan lahan suku lain di pasang adat Dayak. Kecuali menghina adat Dayak maka siapapun suku itu pasti kena adat Dayak. Nah dalam hal ini pemasangan tempayan adat oleh Libertus Hansen dilokasi tanahnya sendiri dengan surat-surat tanah lengkap (SPT)  di jalan GM Situt dibuka oleh Timanggong Rudi bersama anggota TBBR dari anjungan namanya Ruslan dan Wawan Temoayab hilang entah kemana. Maka saya mengundang Timanggong Saudara Rudi untuk datang kesini mengklarifikasi mengenai alasan serta tujuannya apa biar semua jelas. Ucapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *