Peningkatan tersebut didukung penerapan teknologi sederhana, seperti retrek lampu perangkap hama malam hari dan pestisida nabati, serta sistem tanam jajar legowo 2:1 (jarwo 21) dan 4:1 (jarwo 41) sesuai SOP pertanian nasional.
“Dengan standar yang diterapkan secara konsisten, hasilnya selalu di atas rata-rata. Ini bukti bahwa pertanian cerdas bisa diwujudkan dengan cara sederhana,” ujarnya.
Melalui sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dan kelompok tani, Kabupaten Solok kini menjadi contoh nyata bagaimana inovasi lokal mampu membawa perubahan besar di lapangan.
“Pertanian Solok hari ini bukan hanya menghasilkan panen melimpah, tapi juga melahirkan semangat baru – bahwa dengan inovasi dan kerja sama, kita bisa menciptakan pertanian yang produktif, hemat biaya, dan ramah lingkungan,” tutup Gubernur Sumatera Barat.






