“Sawah Pokok Murah” Solusi terbaik buat petani. Siap Dongkrak Produksi Padi di Kabupaten Solok

 
 

Dengan inovasi padi pokok murah yg Biasanya petani hanya menghasilkan 4–5 ton gabah per hektare. Tapi dengan sistem ini, hasilnya bisa mencapai 6 hingga 7 ton per hektare. Di Supayang hasilnya 6,7 ton, dan di Junjung Sirih ini mencapai 7,3 ton per hektare,” ungkapnya.
keberhasilan tersebut sejalan dengan fokus pembangunan daerah. “Setelah kami menyelesaikan berbagai program pelayanan dasar, kini Pemerintah Kabupaten Solok fokus pada dua sektor unggulan : pertanian dan pariwisata. Untuk pertanian, banyak terobosan yang sudah kita lakukan dan hasilnya sangat menggembirakan, potensi panen padi Kabupaten Solok tahun ini diperkirakan mencapai 316 ribu ton, di mana 80 % hasilnya disalurkan ke daerah tetangga.

“Artinya, Kabupaten Solok tidak hanya mandiri pangan, tetapi juga menjadi penyangga utama kebutuhan pangan di Sumatera Barat,”

 

Kabupaten Solok saat ini menjadi salah satu sentra bawang merah dan cabai terbesar di provinsi ini. “Untuk bawang merah, kita peringkat dua nasional setelah Brebes. Dari total produksi, 94,7% dikirim keluar daerah. Sedangkan cabai, sekitar 72% hasilnya juga membantu kebutuhan daerah tetangga,

Dari sisi teknis, Kabid Penyuluh Pertanian Kabupaten Solok, Mus Mulyadi, menjelaskan bahwa program Sekolah Lapang Tematik DAK 2025 dilaksanakan sebanyak 11 kali pertemuan di 14 kecamatan, terdiri dari 12 lokasi berbasis padi dan 2 lokasi berbasis sayur.

“Kegiatan ini kami kemas dalam konsep Sayur Pokok Murah (SPM). Di dalamnya, petani belajar menanam bawang merah secara mudah, murah, dan ramah lingkungan,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, penggunaan pestisida kimia berhasil ditekan lebih dari 50%, begitu juga dengan pengurangan pupuk kimia dan biaya penyemprotan. “Yang menggembirakan, hasil panen justru naik hampir 24% dibandingkan sistem konvensional,” terangnya.

 
Penulis: Dewi YuliaEditor: Redaksi
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *