Filsafat Politik
Bernard Nainggolan dalam kesempatan ibadah dan pemberian beasiswa keluarga Sabam Sirait tersebut memaparkan secara singkat tentang sosok mendiang Sabam Sirait. Di kesempatan itu Bernard Nainggolan yang berprofesi sebagai pengacara yang juga dosen universitas Kristen Indonesia (UKI) ini menyimpulan bahwa Sabam Sirait itu adalah seorang Filsafat politik.
Di mana Bernard dan kawan-kawannya pernah menyusun sebuah buku yang diberi judul Sabam Sirait saat merenungi kesepian tetapi tidak pernah berhenti. Kembali pada istilah filsafat politik, Bernard mengatakan ada tiga tandanya pertama politik nurani artinay politik bukan semata mengejar kekuasaan tetapi lebih menegdepankan etika. Demokrasi yang substansial di mana tujuan pemilu saat ini belum pada mengarah pada kesejahteraan rakyat tetapi pemilu yang hanya berdasarkan apa yang dilihat di permukaan. Terakhir Nasionalisme inklusif artinya keberagaman bukan ancaman tetapi kekuatan. Kita boleh berbeda agama dan partai politik tetapi tidak boleh berbeda dalam cinta kepada negara.
Sedangkan Robert Sitorus mewakil Yayasan Komunikasi Indonesia (YKI) dan sekaligus Sinior GMKI bangga melihat kader-kader GMKI saat ini lebih maju dan berprestasi. Dengan harapan beasiswa yang diberikan keluarga Bang Sabam kepada kader-kader GMKI ini semakin memacu untuk menjadi kader yang lebih baik dan berprestasi.
Sebagai kader GMKI Robert yang pernah menjadi ketua umum PP GMKI juga merasa bangga kepada keluarga Sabam Sirait karena bisa mendukung kader GMKI dengan dukungan ini apa yang menjadi cita-cita para kader GMKI untuk mencapai tingi iman dan tinggi ilmu bisa terwujud.(Axnes).






