Porosn8usantara.co.id | Sidoarjo — Duka menyelimuti Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, setelah bangunan mushala tiga lantai yang berada di kompleks asrama putra mendadak ambruk pada Senin (29/9/2025) sore. Saat kejadian sekitar pukul 14.40 WIB, puluhan santri tengah menunaikan salat Ashar berjamaah.
Ambruknya bangunan yang baru selesai dibangun itu terjadi begitu cepat. Seorang santri selamat, Wahid, menceritakan, “Ketika masuk rakaat kedua, tiba-tiba bagian ujung mushala runtuh, lalu merembet ke seluruh bangunan.”
Evakuasi Semalaman
Tim gabungan BPBD Jawa Timur, TNI, Polri, dan warga langsung melakukan evakuasi. Hingga malam hari, proses penyelamatan masih berlangsung dengan penuh kehati-hatian karena khawatir struktur lain juga ikut runtuh.
Para korban yang berhasil dievakuasi dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat, di antaranya RSUD Sidoarjo, RS Notopuro, RS Siti Hajar, dan RS Delta Surya. Data per Selasa (30/9/2025) pagi menyebutkan, sedikitnya 38 santri menjadi korban. Dari jumlah itu, sebagian dirawat jalan, beberapa opname, dua menjalani operasi, dan seorang santri harus diamputasi tangannya akibat tertimpa reruntuhan.
Dugaan Penyebab
Bangunan mushala tersebut diketahui masih dalam tahap finishing, dengan lantai atas baru saja dicor. Diduga, konstruksi yang belum sepenuhnya kuat tidak mampu menahan beban tambahan sehingga roboh seketika.
Dukungan Pemerintah
Kementerian Agama menyampaikan duka mendalam dan memastikan pemulihan korban akan dipercepat. Selain bantuan medis, pemerintah juga akan melakukan evaluasi menyeluruh atas kondisi fisik bangunan pesantren untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Pondok Pesantren Al Khoziny sendiri dikenal sebagai salah satu pesantren tertua di Jawa Timur dengan usia lebih dari satu abad. Tragedi ambruknya mushala ini menjadi pukulan berat bagi keluarga besar pondok dan masyarakat sekitar.






