Jokowi Tampak Lebih Muda Saat Jelaskan Soal Whoosh, Netizen: “Kayak Bukan 64 Tahun!

“Ini agar kerugian itu bisa terkurangi dengan baik. Dan prinsip dasar transportasi massal itu adalah layanan publik, bukan mencari laba,” tegasnya.

Jokowi menegaskan bahwa keberhasilan transportasi umum tidak bisa semata diukur dari keuntungan finansial, melainkan dari manfaat sosialnya.

“*Social return on investment*, apa itu? Misalnya, pengurangan emisi karbon, produktivitas meningkat, polusi berkurang, waktu tempuh jadi lebih cepat. Di situlah keuntungan sosial dari transportasi massal,” paparnya.

Ia juga menepis anggapan bahwa subsidi transportasi publik adalah bentuk kerugian negara.

“Kalau ada subsidi itu investasi, bukan kerugian. MRT saja, DKI Jakarta mensubsidi Rp 800 miliar per tahun. Kalau semua rute selesai, mungkin sekitar Rp 4–5 triliun. Itu hitungan kami dulu, 12 tahun yang lalu,” ujarnya.

Meski mengakui bahwa mengubah kebiasaan masyarakat agar beralih ke transportasi umum bukan hal mudah, Jokowi tetap optimistis bahwa investasi ini akan memberi dampak besar dalam jangka panjang.

Bagi sebagian warganet, wajah Jokowi yang kini tampak lebih muda dianggap sejalan dengan keyakinannya bahwa pembangunan transportasi publik bukanlah kesalahan, melainkan bentuk investasi sosial jangka panjang – dan mungkin, simbol semangat muda yang masih menyala dalam diri sang presiden ke-7 itu.(Axnes).

Penulis: AXSEditor: Axnes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *