Ia juga menyoroti pentingnya inovasi di tingkat nagari, seperti pengembangan budidaya ikan air tawar, termasuk Ikan Bilih khas Danau Singkarak, serta pengolahan produk perikanan agar memiliki nilai tambah ekonomi.
“Camat dan Wali Nagari adalah ujung tombak di lapangan. Dari tangan merekalah semangat membangun pangan dan perikanan bisa tumbuh di tengah masyarakat,” tutupnya.
Dengan kegiatan sinkronisasi ini, Pemerintah Kabupaten Solok berharap program pembangunan sektor perikanan dan pangan dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.(dy).






