Polisi: Alat Represi Negara? Reformasi atau Sekadar Ilusi

– Weberian: Polisi adalah instrumen monopoli kekerasan negara. Jika dikuasai oligarki, ia menyimpang menjadi alat elite.

– Demokrasi Radikal (Chantal Mouffe): Demokrasi hanya dapat bertahan bila aparat dikontrol rakyat, bukan dikuasai penguasa.

– Marxian: Polisi kerap dipandang sebagai aparatus represif negara untuk menjaga kepentingan kelas dominan. Reformasi sejati berarti memutus relasi itu dan menjadikan polisi pelayan rakyat.

Reformasi kepolisian saat ini menghadapi pertanyaan besar:

1. Apakah kita sungguh berani membongkar akar oligarki?

1. Atau sekadar mempercantik wajah institusi?

Masuknya nama Prof. Mahfud MD dalam wacana tim reformasi menimbulkan harapan: hadirnya sosok independen yang bisa menjadi penyeimbang.

Jika reformasi hanya berhenti pada tataran formalitas, polisi tetap dipersepsi publik sebagai mesin politik. Namun bila menyentuh akar persoalan, Polri dapat kembali ke khittahnya: melindungi rakyat, bukan penguasa.(AXS).

Penulis: AXSEditor: Axnes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *