-
Mengutuk keras tindakan brutal aparat yang dinilai tidak berperikemanusiaan di dalam lingkungan kampus.
-
Menegaskan bahwa kampus harus menjadi ruang aman dan bebas dari kekerasan Negara.
-
Menuntut pertanggungjawaban Kpolda Jawabarat dan pemerintah atas insiden ini.
-
Mendesak Komnas HAM, Ombudman dan lembaga perlindungan saksi dan korban segera menyelidiki pelanggaran ini segera mengusut kasus penembakan gas air mata di Unisba.
- Kami Menegaskan akan menempuh langkah hukum menggalang solidaritas nasional, melarang praktik militirelistik yang menjijikan yang membuat membungkamnya mahasiswa
“Peristiwa ini adalah bukti kekuasaan dan senjata digunakan untuk membungkam kritisnya mahasiswa. Kami akan terus melawan,” tegas pernyataan BEMU.
Situasi di sekitar kampus baru mereda pada Selasa (2/9/2025) dini hari. Meski demikian, peristiwa ini meninggalkan luka mendalam bagi mahasiswa Unisba dan memicu gelombang solidaritas dari berbagai elemen masyarakat sipil di Bandung maupun daerah lainnya.






