porosnusantara.co.id-Jakarta | Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI atas kelancaran pembahasan Rancangan Undang-Undang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU P2APBN) Tahun Anggaran 2024.
Dalam rapat kerja bersama Banggar DPR di Jakarta, Selasa (19/8), Menkeu menilai proses pembahasan berlangsung konstruktif, substansial, dan representatif. “Atas nama pemerintah, kami berterima kasih kepada seluruh pimpinan dan anggota Banggar yang mewakili fraksi dan komisi DPR, sehingga tahap awal pembahasan RUU ini bisa terselesaikan dengan baik,” ujarnya.
Sri Mulyani menegaskan bahwa tahun 2024 merupakan periode penuh tekanan, mulai dari ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga energi dan pangan, hingga dampak El Nino yang menyebabkan harga beras dunia melonjak. Kondisi itu sempat mendorong inflasi pangan Indonesia hingga 10,3 persen, meski inflasi umum masih terjaga di angka 3,1 persen.
“APBN sekali lagi menjadi instrumen vital untuk melindungi masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi agar tidak terjadi guncangan besar yang bisa memicu gejolak sosial maupun politik,” jelasnya.
Respons cepat pemerintah melalui APBN membuat perekonomian nasional berangsur pulih. Hal ini terlihat dari kinerja Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2024 yang kembali mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK untuk kesembilan kali berturut-turut sejak 2016.
Menkeu juga mengapresiasi saran, kritik, dan rekomendasi yang diberikan DPR sebagai bentuk sinergi dalam memperkuat tata kelola keuangan negara. Ia memastikan seluruh rekomendasi akan ditindaklanjuti sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas publik.
“RUU P2APBN bukan sekadar kewajiban formal, melainkan komitmen pemerintah untuk memperkuat fondasi pengelolaan keuangan negara yang lebih sehat dan berkelanjutan,” tegasnya.
Dengan dukungan seluruh fraksi, RUU P2APBN 2024 kini akan dibawa ke pembahasan tingkat II dalam sidang paripurna DPR untuk disahkan dalam pengambilan keputusan lebih lanjut.






