Kasus penganiayaan berat yang dialami Syahbuki Hasibuan di Kabupaten Asahan menyita perhatian publik, termasuk Tim Investigasi DPP TOPAN RI. Peristiwa yang melibatkan dua preman, Pontas Sibarani dan Budiman Krisman Sibarani, tersebut menyebabkan korban mengalami kebutaan pada salah satu matanya akibat sabetan cangkul.
Tim Investigasi DPP TOPAN RI melalui Lukman Nur Hakim menyatakan keprihatinannya atas peristiwa keji tersebut. Ia mengecam keras tindakan para pelaku dan meminta pihak kepolisian bertindak profesional serta tuntas dalam penanganan kasus ini.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Korban tidak hanya menderita luka berat, tetapi juga mengalami kebutaan permanen di satu mata. Ini bukan kasus ringan, harus ditangani dengan serius,” ujar Lukman Nur Hakim.
Hingga saat ini, Polsek Kisaran Kota baru berhasil menangkap satu pelaku, yakni Budiman Krisman Sibarani.
Sementara satu pelaku lainnya, Pontas Sibarani, masih buron. Lukman Nur Hakim mendesak Kapolsek Kisaran Kota IPTU Syamsul untuk segera memburu dan menangkap pelaku yang masih melarikan diri.
“Ini menjadi ujian nyata bagi Kapolsek Kisaran Kota. Jika serius, tidak ada alasan satu pun tersangka bisa lolos. Kami minta Polsek menunjukkan komitmennya dalam penegakan hukum,” tegasnya.
TOPAN RI juga menyatakan akan terus memantau perkembangan kasus ini dan mendukung penuh korban serta keluarga untuk mendapatkan keadilan.






