Berbeda dengan film horor yang memiliki elemen dan tema penari ataupun tarian lainnya, Narik Sukmo mencoba pendekatan berbeda melalui konflik intemal karakter Kenar dengan konflik eksternal masa lalu yang terjadi di desa kelawangin. Konflik perselisihan dari dua kelompok yang memiliki pengaruh besar di desa tersebut berdampak pada perebutan dominasi penuh dengan melegalkan cara cara licik untuk menjatuhkan dan melemahkan kelompok yang lain.
Sutradara Narik Sukmo, Indra Gunawan, menyampaikan bagaimana film ini relate dengan kondisi saat ini.
“Masyarakat Desa Kelawangin di masa lalu merupakan cerminan masyarakat kita saat ini yang mudah sekali terhasut oleh hoax ataupun fitnah karena politik dan kepentingan kekuasaan. Lewat film ini kami mencoba menyampaikan pesan bahwa akan selalu ada konsekuensi dari setiap tindakan yang kita pilih”
Narik Sukmo adalah film kedua Mesari Pictures dan JP Pictures setelah Bangsal Isolasi. Darmawan Surjadi selaku CEO dari Mesari Pictures berharap jika film ini melebihi sukses film pertama mereka.
“Dengan peningkatan dari berbagai aspek, saya harap Narik Sukmo bisa diterima dan respon yang baik oleh masyarakat. Saya optimis film Narik Sukmo bisa melewati kesuksesan film kami tahun lalu.” papar Darmawan.
Mesari Pictures akan segera membuka Advance Ticket Sales di akhir Juli menyambut penayangan luas film ini mulai 3 Juli 2025 di seluruh jaringan bioskop Indonesia.
Untuk informasi dan update terbaru seputar film Narik Sukmo, penonton bisa mengikuti akun instagram resmi @filmnariksukmo dan Tiktok @mesaripictures.
Production Notes
Judul film: Narik Sukmo
Rumah Produksi: Mesari Pictures, JP Pictures
Genre: Horor (13+)
Durasi: 90 menit
Tanggal Rilis: 3 Juli 2025
Produser: Mulyadi JP
Eksekutif Produser: Darmawan Surjadi
Sutradara: Indra Gunawan
Penulis Naskah: Evelyn Afnilia






