Pembangunan Bendungan Sepaku Semoi dikerjakan dengan skema kontrak tahun jamak hingga tahun 2023 senilai Rp556 miliar dengan kontraktor pelaksana PT. Brantas Abipraya- PT Sacna- dan PT. BRP (KSO).
Selain bendungan, Kementerian PUPR juga tengah menyelesaikan Intake Sungai Sepaku berkapasitas 3000 liter/detik dan juga pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bendungan Sepaku Semoi dengan potensi untuk memenuhi kebutuhan air baku sebesar 5.000 liter/detik.
“Untuk percepatan penyediaan air baku di IKN nanti juga didukung dengan Intake Sungai Sepaku dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bendungan Sepaku Semoi, sehingga ke depan akan diintegrasikan supaya dapat segera memberikan manfaat,” jelas Jarot.
Selain meninjau pembangunan Bendungan Sepaku Semoi, Presiden Jokowi yang didampingi Menteri Basuki juga meninjau infrastruktur dasar pendukung KIPP IKN Nusantara lainnya, seperti Kawasan Titik Nol Nusantara yang menjadi koordinat referensi lokasi pembangunan kompleks Istana Negara, infrastruktur IKN, Kantor-Kantor Pemerintahan, dan tahapan pembangunan selanjutnya.
Kemudian, Presiden Jokowi juga mengunjungi Land Development yang nantinya akan dipetakan menjadi kawasan KIPP, serta Kawasan Persemaian Mentawir yang direncanakan sebagai program rehabilitasi hutan di sekitar IKN Nusantara.
Turut hadir dalam kunjungan Presiden Jokowi ke IKN Nusantara Menteri Sekretaris Kabinet RI Pramono Anung, dan Kepala Otorita IKN Bambang Susantono. Hadir pula mendampingi Menteri Basuki, Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti, Ketua Satgas IKN Danis Sumadilaga, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja, Direktur Bendungan dan Danau Ditjen SDA Airlangga Mardjono, serta Direktur Air Tanah Air Baku Ditjen SDA Agus Rudyanto.






