Ketua Tim Kunker Spesifik Roberth Rouw berharap pembangunan bendungan yang dinobatkan terpanjang Asia Tenggara ini bisa menjadi solusi untuk membantu petani dalam mengatasi kekeringan. “Diharapkan dengan dibangunnya bendungan ini menjadi solusi untuk membantu petani mengatasi kekeringan, juga menjadi tempat wisata yang dapat membangkitkan suatu kawasan ekonomi yang baru agar UMKM masyarakat sini bisa berpartisipasi di kawasan ini, sekaligus menjadi tempat rekreasi di Nganjuk” jelas Roberth.
Sementara itu Sekretaris Daerah Kab. Nganjuk Mokhammad Yasin mengapreasiasi atas kehadiran Bendungan Semantok dan memohon Kementerian PUPR dapat menindaklanjuti terkait pembangunan saluran sekunder dan tersier agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya. “Terimakasih atas terlaksana pembangunan bendungan ini, namun harus ada yang berlanjut dari bendungan ini yakni saluran-saluran irigrasinya agar mempunyai manfaat yang lebih luas” harap Yasin.
Hadir pada kesempatan yang sama Direktur Sungai dan Pantai Bob Arthur Lombogia, Direktur Bina Teknik Sumber Daya Air Muhammad Rizal, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Brantas Haeruddin C. Maddi, dan Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa IV Sultan Sidik Nasution.






