Aliri 1.494 Ha Persawahan, Kementerian PUPR Targetkan Bendungan Jlantah di Karanganyar Rampung Lebih Cepat Oktober 2023

PorosNusantara.co.id – Karanganyar || Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mempercepat penyelesaian pembangunan Bendungan Jlantah di Desa Tlobo dan Karangsari, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng).

Bendungan Jlantah dibangun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dengan salah satu kegunaannya adalah mengaliri lahan pertanian seluas 1.494 Hektare (Ha) untuk 2 (dua) Kecamatan di Kabupaten Karanganyar yaitu Kecamatan Jatiyoso dan Jumapolo.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko mengatakan, setelah rampung Bendungan Jlantah juga akan menghasilkan air baku sebesar 150 liter/detik, potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 625 KWh, reduksi banjir sebesar 70,34 m3/detik atau 51,26 % Q50, serta konservasi dan pariwisata di Kabupaten Karanganyar.

“Kehadiran Bendungan Jlantah, tentunya akan menambah jumlah tampungan air yang dibangun Kementerian PUPR dalam mendukung ketahanan pangan dan air di Provinsi Jawa Tengah. Saat ini konstruksinya telah mencapai 44 %, dan akan dipercepat proses penyelesaiannya dari rencana Desember 2023 menjadi Oktober 2023,” kata Jarot Widyoko saat mendampingi Kunjungan Kerja (Kunker) Spesifik Komisi V DPR RI ke Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Kamis (15/09/2022).

Jarot Widyoko menambahkan, nantinya Bendungan Jlantah akan dilakukan penghijauan dan konservasi dengan menanam sejumlah pohon Bambu Petung, “penanaman tentunya nanti bisa melibatkan masyarakat setempat,” ujarnya.

Kepala BBWS Bengawan Solo Maryadi Utama mengatakan, Bendungan Jlantah merupakan tipe urugan random pasir kerikilan atau zonal inti tegak, yang memiliki kapasitas tampung 10,97 juta m3 bersumber dari aliran Sungai Jlantah, “konstruksi bendungan didesain dengan tinggi 70 m (dari dasar sungai), panjang puncak 404 m. Adapun kontraktor PT. Waskita Karya (Persero) dan PT. Adhi Karya KSO dengan nilai kontrak sebesar Rp 965 miliar,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *