Artinya, lanjut Hotman, anggaran dasar dari Peradi yang sekarang tidak sah. Berarti seluruh pengurus yang ditunjuk berdasarkan anggaran dasar itu menjadi tidak sah, dengan begitu pengurus Peradi versi Otto tidak sah sejak 18 April 2022 karena putusan kasasi bersifat inkrah, walau pun ada peninjauan kembali, itu sudah berkekuatan hukum tetap.Menurut Hotman, Otto menghalalkan segala cara untuk menduduki jabatan Ketum Peradi ketiga kalinya. Salah satunya dengan mengubah anggaran dasar tidak melalui munas, melainkan dengan hanya sebuah rapat pleno.
Lebih lanjut Hotman, mengatakan anggaran dasar dari Peradi yang sekarang tidak sah. Berarti seluruh pengurus yang ditunjuk berdasarkan anggaran dasar itu menjadi tidak sah. dengan begitu pengurus Peradi versi Otto tidak sah sejak 18 April 2022 karena putusan kasasi bersifat inkrah, walau pun ada peninjauan kembali, itu sudah berkekuatan hukum tetap.
“Jadi akibatnya ribuan pengacara yang sudah mendapatkan kartu dengan tanda tangan Otto jadi tidak sah, nanti kalau Anda bersidang dan memakai kartu pengacara versi Otto lawannya bisa mengatakan ‘hei kartu kamu tidak sah’,” ucap Hotman Paris Hutapea.
“Ini dapat menimbulkan gelombang protes yang sangat besar seluruh Indonesia, puluhan ribu advokat, padahal mereka bayar untuk itu. Jadi siap-siap ribuan pengacara akan minta kembali uangnya untuk pembayaran kartu advokat,” tegas Hotman Paris Hutapea.
Apalagi, ungkap Hotman, untuk menjadi advokat tentu ada pendidikan PKPA dan bayarannya mahal. Namun, karena kepengurusan tidak sah maka pendidikan PKPA menjadi tidak sah. Artinya uang kursus yang mereka bayarkan berhak dikembalikan.
“Jadi siap-siap Peradi Otto akan digugat ribuan pengacara dan aku siap jadi kuasa hukumnya. Aku hadapi kau, Otto demi nasib ribuan pengacara yang ditandatangi kartunya oleh Anda. Ternyata bukan hanya politik yang tiga kali, tetapi juga pengacara dan anehnya lagi dalam kepengurusan itu, mantunya dua juga jadi pengurus, mantap,” ujar Hotman Paris Hutapea kepada awak media”.






