Jakarta, Porosnusantara.co.id
Dalam perkembangan masa pandemik covid-19, nampaknya diperoleh kabar yang cukup menggembirakan, yakni adanya informasi yang menyebutkan bahwaLevel PPKM secara nasional juga mulai nampak membaik, terbukti Per Selasa kemarin (22/3/2022) sudah tidak ada lagi daerah berlevel 4; dan juga untuk jumlah daerah yang berstatus Level 3 sudah mengalami penurunan dari sebelumnya 66 daerah menjadi 39 daerah, Sebagian besar wilayah kini berada di level 2 (55 daerah) dan level 1 (83 daerah). Apakah kondisi tersebut mengindikasikan yang mengarah pada situasi Indonesia di menuju berakhirnya masa pandemi?
Meskipun situasi sudah mulai membaik, namun ternyata Pemerintah masih bersikap sangat berhati-hati, bahkan tetap dalam sikap yang waspada, terus menerus mendisiplinkan penerapan protocol kesehatan ke berbagai kalangan masyarakat.
Hal ini, seperti yang dikemukakan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan, kepada wartawan yang menghubunginya, Rabu, 23/3/2022, ia mengatakan saat ini Indonesia tengah memasuki masa pra kondisi menuju transisi pandemi menjadi endemi. Secara gradual, pembatasan sosial memang sudah dilonggarkan. Level PPKM terus menurun; mayorias kegiatan di daerah PPKM level 1 boleh dihadiri 100% kapasitas, antigen dan PCR tak lagi wajib bagi yang sudah vaksin dosis ke-2; jangka waktu karantina setiba dari luar negeri dipangkas kini hanya 1 hari.
“Kita sangat berharap masa pra kondisi ini berlangsung aman, untuk itulah semua tahap pelonggaran harus dilakukan secara terukur, science-based, dan selalu disertai disiplin mitigasi,” ungkap Budi Gunawan kepada awak media, Rabu (23/3/2022) di Jakarta
Menurut Budi Gunawan, Mitigasi harus dimulai dari hulu dan melibatkan semua elemen Bangsa: meningkatkan capaian vaksinasi dosis ke-2 dan booster secara merata ke semua wilayah; mengakselerasikan screening, testing, dan tracing; mendisiplinkan kebiasaan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan; hingga memastikan ruang-ruang publik berventilasi atau memiliki filter udara yang baik (perkantoran, gedung pertemuan, rumah ibadah, mal dan pasar). Sedangkan di hilir akan dilakukan peningkatan kapasitas rumah sakit, menambah jumlah tenaga kesehatan, serta pengamanan ketersediaan obat-obatan.






