“Tujuannya meningkatkan air untuk sistem irigasi dari 11% menjadi 20%. Dengan pasokan air yang terus menerus dari bendungan, intensitas tanam dapat ditingkatkan dari 2 kali setahun menjadi 3 kali panen setahun,” ujarnya.
Terkait ketahanan pangan, Menteri Basuki mennyebutkan Pemerintah Indonesia telah memprakarsai pengembangan lumbung pangan (food estate) di beberapa daerah, yakni di Kalimantan Tengah, Humbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara, dan Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Kami juga tengah melakukan Pembangunan tanggul di Pantai Utara Jawa untuk melindungi pesisir kota Jakarta, Semarang, Pekalongan dari ancaman penurunan tanah dan kenaikan permukaan laut, serta pembangunan sistem pengendalian banjir, seperti di Terowongan Air Jakarta dan Nanjung di hulu DAS Citarum yang akan mengurangi risiko banjir di kedua wilayah metropolitan tersebut,” kata Menteri Basuki.
Menteri Basuki juga menyampaikan terimakasih atas dukungan dan kerjasama negara-negara anggota Asia Water Council (AWC) sehingga Indonesia terpilih menjadi tuan rumah World Water Forum ke-10 tahun 2024 di Bali. “Kami mengundang semua pihak untuk hadir dalam WWF-10 di Bali dan tidak lupa membawa keluarga,” tutupnya.
Turut mendampingi Menteri Basuki, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Jarot Widyoko, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja, Staf Khusus Menteri PUPR Firdaus Ali, Direktur Pengairan dan Direktur Utama Perum Jasa Tirta 1 Raymond Valliant dan Direktur Utama PT. Jasa Tirta 2 Imam Santoso.
(Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)






