Digitalisasi Pertanian Indonesia oleh Kementan Pada Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi

 
 

Porosnusantara.co.id – Bandung || Modernisasi sudah tidak dapat dihindarkan lagi pada zaman ini, terkhususnya pada masa globalisasi yang mendunia. Begitu pula dengan negara Indonesia, termasuk modernisasi pemetaan yang di kembangkan oleh Kementan (Kementerian Pertanian).          ( 24/3/2022 ) Jl. Ciumbuleuit No. 50 – 58, Hegarmanah, Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat.

Dr. Ir. Erna Suryani, M.Si. pada saat eksekusi jalannya rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Kegiatan Anggaran Lingkup Ditjen PSP yang berlokasi di hotel Harris, Bandung pada rabu 23 hingga jumat 25 maret 2022 memaparkan sekaligus menjelaskan modernisasi yang bersifat digital dilakukan oleh Kementan tersebut nantinya. Beliau dengan presentasi pada rapat tersebut dihadiri oleh petinggi Kementan dan peserta dinas yang berasal dari dalam jawa dan luar jawa mengatakan modernisasi digital administrasi tersebut disebut dengan Spasialisasi Lahan Petani.

 

Erna yang mempunyai posisi sebagai peneliti dan pengembangan sumberdaya lahan pertanian, menuturkan dengan tegas bahwa digitalisasi pemetaan tersebut bersifat mendesak. Dengan paparannya ia menyebutkan urgensi tersebut dikarenakan terdapat beberapa faktor. Faktor tersebut ialah spasilisasi mendukung kebijakan satu data, ke-dua program tersebut meningkatkan efektivitas dan efisiensi anggaran, digitalisasi mendukung pengembangan pertanian 4.0 (pertanian modern).

Selanjutnya ia menjelaskan secara rinci bagaimana prosedur spasilisasi tersebut di jalankan.

“Pertama ada farm boundary atau pemetaan lahan sawah, dulu pemetaan tersebut dilakukan secara biasa dan membutuhkan waktu sampai dua hari, kini berbeda. Kita akan menggunakan drone dan kecerdasan buatan, dan itu lebih cepat,”

Presentasi yang ia paparkan juga menjelaskan prosedur kedua ialah verifikasi, coding dan labelling.

“Maksud daripada hal tersebut ialah kita menandai lahan tersebut dengan sawah atau non sawah, padi ataupun non-padi,”

Beliau yang hadir pada rapat secara virtual menjelaskan prosedur tersebut dilakukan oleh tim spasial Kementan yang telah dibentuk. Prosedur ke-tiga mengatakan untuk melengkapi validitasi dan juga data atribut yang berupa nama pemilik, NIK, Poktan, Gapoktan, jenis sawah, komuditas, pola tanam, produktivitas, dan lainnya. prosedur ke-tiga tersebut dijalankan oleh tim spasial Kementan, Dinas Pertanian, dan petani.

Pada saat akhir Dr. Ir. Erna Suryani, M.Si. menyatakan bahwa spasialisasi sudah terjadwalkan, dan akan dilaksanakan per tiap minggunya selama jadwal yang telah di tetapkan secara baik.

Red

 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *