oleh

Arogansi Oknum Polisi, Debt Collector Tuntut Keadilan

Porosnusantara.co.id – DKI Jakarta – Tiga korban pemukulan dan intimidasi yang dilakukan oleh oknum Polisi, melapor ke Polda Metro Jaya.

Ketiga korban tersebut LM (38), VC (28) dan KC (29) melaksanakan tugas sebagai debt collector resmi suatu perusahaan penarikan mobil.

Ketiga korban tersebut, hanya keduanya yang bisa hadir, didampingi oleh tim kuasa hukumnya, RAR n Partner, Ronny Perdana Manullang, S.H, melapor ke Polda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jum’at (29/10/2021).

Kepada wartawan, VC dan KC menceritakan kronologis peristiwa. Awalnya bagaimana bisa terjadinya pemukulan, “Kami mengikuti sebuah unit mobil, yang tengah melintas di wilayah Harapan Indah Bekasi Kota, melihat satu unit kendaraan Mitsubishi Outlander plat 1964 BJO yang terparkir adalah kendaraan yang bermasalah dalam angsuran (menunggak) selama 2 tahun akhirnya berhenti,“ katanya.

Ia juga membeberkan dari tempat kejadian pertama, saya tidak mendengarkan apa yang mereka bahas, cuma mereka mengarahkan, ‘Ayo ikut saya! “Akhirnya kami ikut, dikira oleh kami diarahkan ke Polsek Medan Satria, ternyata tidak ke polsek tapi mengarah ke belakang Pasar Modern, pinggir jalan, tepatnya di ruko-ruko,” jelas VC yang didampingi KC di depan halaman Bridpom Panimal Polda Metro Jaya.

BACA JUGA  Kapolsek Kep Seribu Utara Pimpin Giat Himbauan ProKes dan Cek Vaksin Warga Di Dermaga Kedatangan

Lanjut VC, menuturkan, “Dilakukan mediasi, LM dengan petugas, ada salah satu petugas menyatakan, seperti ini, “Kalau saya mau sobek SK ini kalian mau apa?” kata VC menirukan pernyataan oknum petugas tersebut.

Ia juga menjelaskan, “Dalam melaksanakan tugas penarikan mobil, kami selalu dilengkapi dengan surat-surat standar dari OJK seperti, surat tugas, KTA, Sertifikat OJK, hal pertama persuasi dulu dilakukan, sebelum digiring, setelah persuasif kita diarahkan ke ruko-ruko pasar modern, persuasif lagi terjadi cekcok,” ungkap VC.

Hal yang sama juga disampaikan oleh KC, menceritakan terjadinya cekcok berujung pemukulan, karena SK mau disobek dan surat tersebut sudah disobek oleh oknum, terjadilah pemukulan menurut saya membabi buta, karena kami bertiga dipukul, disuruh tiarap, ditendang, diinjak di bawah, oknumnya itu kurang lebih ada 6 orang, untuk luka tidak ada cuma rasa nyeri saja khusus saya,” katanya.

BACA JUGA  142 Kg Ganja Dan Sindikat Pengedar Jaringan Aceh - Jakarta Diamankan  Subdit 1 Reserse Narkotika Polda Metro Jaya

“Rekan kita LM, banyak memar dimukanya, sampai matanya pendarahan, setelah kami dipukul digiring ke Polda, dibiarin aja di ruangan Resmob, didiamin dari jam 16.00 – 20.00, selanjutnya kami disuruh bikin surat pernyataan ditandatangani oleh kami bertiga yang mana isinya, “Kami tidak akan melakukan penarikan di jalanan dan tidak akan melakukan penuntutan kepada pihak siapapun, minta kepada kami bekerja sama, setelah itu kami pulang, dikasih uang 1 juta untuk biaya berobat untuk rekan kami yang luka, kami butuh keadilan aja dan para oknum diproses secara hukum yang berlaku,” pungkas KC mengakhiri keterangannya.

Ronny Manulang berkata, “Kita sudah mulai arahkan kepada korban, korbannya ada 3, yang hadir hari ini ada 2 orang, yang satu tidak memungkinkan untuk hadir masih di rumah sakit dalam perawatan, jadi 2 orang dulu kita arahkan laporkan dulu ke Paminal Polda Metro,” kata Ronny.

BACA JUGA  Kapolsek Kep Seribu Selatan Lakukan Swab Antigen kepada Warga

Tadi kita sudah berkoordinasi dan konsultasi dengan Paminal Mabes Polri, nanti kita akan coba melaporkan di Propam Presisi, hari Senin kita ke Yanduan Mabes Polri, Yanduan Polda metro, rencana setelah ini korban yang kita anggap luka parah akan kita buka laporan di SPKT Polda Metro, karena kita datang terlambat untuk sementara ini masih berita acara interview dan kita akan lanjutkan hari senin, masuk ke pemeriksaan laporan resmi di Propam, untuk Polda Metro dan di Mabes Polri, tapi nanti di SPKT tetap jalan, nanti kita laporkan untuk pidana umumnya, 170 junto 351 dan junto pasal 55 KUHP,” tutup Ronny Manullang kuasa hukumnya.

Reporter : Johan Sopaheluwakan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini