Albertina Sosok Wanita Maluku Pemberani Dalam Menyuarakan Keadilan dan HAM

Albertina Sosok Wanita Maluku Pemberani Dalam Menyuarakan Keadilan dan HAM


Maluku, porosnusantara.co.id
Albertina sosok wanita yang garang dan pemberani menyuarakan keadilan dan menegakan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di negara ini.
Wanita yang lahir pada tanggal 11 Januari 1960,di Dobo kepulauan Aru Maluku ini adalah mantan Hakim, karier peradilan umum di bawah Mahkamah agung Republik Indonesia.

Albertina bukan sembarangan nama dalam dunia hukum Indonesia, hakim yang tidak pernah merasa terbebani saat menangani sejumlah perkara besar serta reputasi yang dingin dalam memimpin persidangan.

Di balik itu semua dia memiliki sifat yang rendah hati,jujur dan tidak sombong.
Sampai sampai predikat”Srikandi Hukum Indonesia”pun kerap dilekatkan kepada Albertina Ho.
Namun dia menolak atau dia merasa tidak pantas menerima julukan kehormatan itu, dia enggan dilabeli predikat tersebut.karena dia khawatir julukan”Srikandi Hukum, justru menjadikannya sebagai manusia yang takabur atau menjadi orang yang merasa paling mulia.
Dia tidak ingin julukan itu menjadi beban atau pemberat dalam menghadapi berbagai jalan di bidang hukum yang dijalaninya.


Dia menggeluti karier nya selama puluhan tahun, berawal ketika dia lulus S1 dari fakultas hukum universitas Gadjah Mada pada tahun 1985, selanjutnya gelar Magister hukum diperoleh nya dari fakultas hukum universitas Jenderal Soedirman.

Tak hanya enggan menerima julukan Srikandi Hukum, Albertina juga pernah menolak saat masuk nominasi penerima”Yap Thiam Hien Award”pada tahun 2011.
Penghargaan itu biasa di berikan kepada orang orang yang dianggap berjasa dalam penegakan Hak Asasi Manusia (HAM).
Bahkan sebelum penghargaan itu diberikan Albertina langsung bertemu panitia acara untuk menjelaskan alasan tidak bisa penerima penghargaan tersebut.salah satunya,yakni kode etik hakim yang tidak memperbolehkan seorang hakim mencari popularitas.

Setelah kariernya sebagai hakim berakhir, Presiden Joko Widodo kemudian menunjuk dia menjadi anggota Dewan Pengawas ( Dewas) KPK pada 20 Desember 2019.
Albertina Ho menjadi salah satu orang yang diharap Presiden dapat menimbulkan kepercayaan kepada KPK.

Kini Albertina menduduki posisi sebagai anggota Dewas KPK.
Menjadi satu satunya wanita atau perempuan dijajaran dewan pengawas, bukan menjadi persoalan berarti bagi Albertina.
Sejak dulu dia sudah terbiasa bekerja dilingkungan yang mayoritas laki laki, pengambilan keputusan dalam kerja di Dewan Pengawas yang dilakukan secara kolektif kolegial juga tidak menjadi penghambat meskipun dia satu satunya wanita atau perempuan.


( Oktavia/Jerry Patty )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *