Tersiarlah kabar burung hingga ke negeri seberang. Awalnya ke Tanah Toba hingga menjalar ke seantero negeri bahwa hati-hati jikalau ke Barus. Malangnya, ada kalimat warisan dari para pendatang mengatakan :
“Marjea Barus, gatal dohot bulung-bulung.” (arti : Celakanya Barus, dedaunan pun menimbulkan gatal).
Sejatinya, mereka tidak tahu disemak belukar Barus banyak tumbuh ‘bulung ni Latong’. Sekali terkena kulit, gatalnya luar biasa. Maklum dahulu belum ada closet duduk di daerah sini. Ketika pendatang ini datang buang hajat sembarangan, diambilnyalah bulung ni Latong ini untuk membersihkan sisa hajatnya. Dan rasakan ini. Gatalnya pun luar biasa. Padahal obatnya sangat mujarab. Laburi kulit yang terpapar bulung ni Latong dengan tanah. Tambahkan air secukupnya. Gatal hilang. Selesai perkara. Ajaibkah? Tidak. Penjelasannya sederhana. Bulung ni Latong mengandung zat kimia bersifat sangat asam sehingga ketika terkena
kulit gatalnya bukan main. Tanah bersifat basa. Asam + Basa = Netral. Itu sebabnya Gatal lenyap seketika. Pelajaran kimia sederhana bukan?
Cerita-cerita fiksi dan picisan seperti ini disebarluaskan terstruktur, sistematis dan massif oleh pendatang. Pesan itu terus berlanjut turun temurun. Hasilnya,
orang berpikir berkali-kali untuk menginjakkan kaki ke Barus. Itulah sebabnya Barus aman sejak dulu. Belum
pernah ada berita invasi ke Tanah Barus layaknya Tanah Toba diinvasi Pasukan Paderinya Tuanku Imam Bonjol.
Kalau Anda masih percaya dengan cerita mistisnya Barus dan sekitarnya, disarankan segera tinggalkan kepercayaan Anda. Karena Anda adalah korban kesekian ribunya termakan gertak Barus : Gurindam Barus. Penduduk Barus sangat ramah, bersahabat. Lembut pula. Nada bicaranya mengayun bak semilirnya angin laut. Perempuan mana tidak akan terbuai, hai bujang lapuk. Alamak!!!Belalang…Belalang.
Aceh boleh punya muslihat Aceh. Kami di Barus punya Gurindam Barus, gertak sambal. Dan belum pernah ceritanya kami, Barus, berseteru dengan saudara kami, Aceh. Kami adalah tetangga terbaik. Bedanya, saudara kami terkadang pandai menipu dan tertipu. Tidak bisa membedakan mana pisang sale mana ta*k kucing. Rencong kiri kanan, dompet bisa hilang.






