Diduga Camat Se Lampung Barat Juga Berperan Dalam Kegiatan Bimtek Pekon

 

Lampung Barat, porosnusantara.co.id -Kegiatan bimtek Pemerintah 128 Pekon Se Kabupaten Lampung Barat di hotel Horison yang di laksanakan pada tanggal 26-29 Mei 2021 kembali ditemukan kejanggalan.

Pasal nya berdasarkan penelusuran awak media kembali di temukan pengakuan yang sangat di luar dugaan yakni keterlibatan Oknum Camat Se Kabupaten Lampung Barat dalam pengkondisian kegiatan tersebut.

Hal ini terungkap ketika Tim mendatangi beberapa Pengurus Apdesi, dan di temukan pengakuan dari mereka bahwa Apdesi Kecamatan yang mengambil pembayaran dari pekon.

BACA JUGA  SIAP MENGELAR ORASI KEBANGSAAN DAN KONSER MUSIC PANGGUNG RAKYAT “BONGKAR” TANGGAL 9 DESEMBER 2023 DI GBK

“Untuk kegiatan bimtek kemarin kami sebagai apdesi hanya mengumpulkan pembayaran dari pekon-pekon yakni Rp. 10.000.000 (Sepuluh Juta Rupiah) per pekon, kemudian uang tersebut kami berikan kepada camat kami dan saya sendiri yang menyerahkan kepada camat untuk selanjutnya dinserahkan kepada bendahara Apdesi Kabupaten”. Imbuh narasumber

Namun ketika di tanya oleh tim perihal siapa penyelenggara kegiatan tersebut narasumber mengatakan bahwa “sampai saat ini kami tidak tahu siapa penyelenggara kegiatan tersebut karena tugas kami hanya mengumpulkan dana dan mengirim peserta sebanyak 2 orang dan untuk undangan itu hanya di kirim via group whatsapp”. Tambahnya

BACA JUGA  GADAIAN KEMBALI HUJANI NASABAH DENGAN HADIAH PADA PROGRAM BADAI EMAS 2

Sementara itu salah satu peratin yang enggan di sebutkan nama nya mengatakan bahwa “berdasarkan undangan yang kami terima memang untuk 3 orang peserta yakni Peratin, Juru Tulis, dan LHP namun kami hanya mengirim 2 orang saja dan membayar Rp. 10.000.000 kepada ketua apdesi di kecamatan”. Tutup pratin

BACA JUGA  Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Banten Limpahkan Tersangka Dan Barang Bukti Tahap II Korupsi Pengadaan Aplikasi Smart Transportation Th 2017

Dengan adanya cerita baru dari kegiatan bimtek tersebut sangat pantas di duga adanya indikasi mark up anggaran karena sampai dengan saat ini penyelenggara kegiatan tersebut masih sangat rahasia dan belum juga di ketahui, untuk itu tim berharap dan mendukung Kajari Lampung Barat, KPK RI untuk melakukan audit terhadap kegiatan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *