oleh

JEMBATAN KAMPUNG PULO GELATIK DESA SUKAINDAH, LUPUT DARI PERHATIAN PEMERINTAH, SEWA TPU DI KEMANAIN?

 

Bekasi, porosnusatara.co.id – Jembatan bambu yang kondisinya rusak parah,di ketahui jembatan tersebut adalah jembatan penghubung antar RT ini sangat mebahayakan untuk masyarakat terutama untuk anak kecil, jembatan tersebut rusak tanpa perhatian pemerintah Desa apalagi Pemerintah Daerah,hal ini menyebabkan masyarakat geram.

Hal ini di keluhkan Karya (48)warga sekitar yang setiap hari lalu lalang di situ,ia merasakan ke ngerian saat menyeberang apa lagi kalo anak kecil yang bermain nyebrang sana-sini,tidak jarang pula banyak anak-anak yang terpleset kecabur jelas hal ini sangat membahayakan bagi masyarakat Sekitar. Sabtu 19/06/2021.

BACA JUGA  Ribuan Eks pengungsi Maluku di Sultra akan menerima bantuan, LBHN Sultra: Laode Aci, ini bentuk kepedulian

“jembatan bambu tersebut dibangun secara swadaya oleh masyarakat satu tahun yang lalu. Namun jembatan bambu tersebut rusak dan hampir hancur,sudah di usulkan ke Desa Suka Indah melalui RT/RW namun ga pernah ada respon dari Kades nya hingga saat ini” ungkap Karya salah seorang warga Sekitar

Di tempat yang sama Hendra warga sekitar juga mengatakan, bobroknya Pemerintahan Desa Sukaindah terlihat dari Insfrastruktur yang buruk padahal di ketahui Angaran Dana Desa saja 1,2 milyar lebih,belum lagi bantuan provinsi dan ADD dan sumber lain lainnaya,belum lagi Tanah TPU yang di duga di sewakan oknum Kades seluas lebih kurang 43 hektar di kali kan 3 sampai 4 juta tiap musim,sudah beberapa tahun berjalan blum kelihatan pembangunan dari hasil sewa lahan tersebut, padahal tanah TPU berada di belakang kampung yang jembatan nya rusak,papar dia.

BACA JUGA  Sebut Wartawan Ditunggangi Teroris, AWPI Sultra Kecam Danlanud Haluoleo

“Pemerintah bobrok nya kliatan bang,masa jembatan rusak kaya bgini ampe tahunan,anggaran kan gede total nya 3 milyar lebih yang di kelola Kades,mulai dari DD saja 1,2 m kurang lebih,blum lagi banvrop ADD dan lain-lain,di tambah lagi tanah TPU yang ada di blakang kampung kita kurang lebih 43 hektar di sewain ama lurah 3atau 4 juta tiap musim kan ga jelas duit nya buat apa,coba aja di kali kan 5 tahun 1 milyar lebih,” beber Hendra kepada poros Nusantara.

BACA JUGA  Komisi IV DPRD Wajo, Harapkan PSSI Wajo Tingkatkan Pembinaan Pemain Muda untuk Prestasi Sepakbola Wajo

( HENDRA WIJAYA/WARDI/TIM ),

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini