Kupang ( NTT) Porosnusantara.co.id – Geliat sektor pertanian di Manggarai Timur sejalan dengan harapan dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), dalam setiap kesempatan beliau selalu mengatakan bahwa para petani atau insan pertanian dimanapun berada, sebagai pejuang dan garda terdepan dalam penyediaan pangan, harus tetap melakukan kegiatan olah tanah, olah tanam hingga panen padi.
Pada kesempatan berbeda, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menyebut geliat sektor pertanian di tengah situasi darurat pandemi Covid-19 tidak menurun. Hal ini ditunjukkan dengan tetap berlangsungnya kegiatan di sawah, dan juga meningkatnya minat berusaha di subsektor tanaman pangan pun terlihat naik melalui program Kostratani dan Kostraling yang dijalankan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
Suntikan semangat dari Menteri Pertanian SYL dan Kepala BPPSDMP inilah yang diwujudkan oleh petani di Kabupaten Manggarai Timur oleh kelompok tani wejang wakos desa golo renting Kecamatan Lamba Leda di mana mereka mampu memanen Kacang hijau seluas 0,75ha dari total potensi panen 3 ha dengan produktivitas 0,90 ton/ha, varietas vima harga jual kacang hijau Rp. 10.000/kg.
Ketua Kelompok Wejang Amir pun mengharapkan tahun ini angka tersebut meningkat mengingat peluang pasar yang cukup besar. “Saya kira semangat petani setempat membudidaya kacang hijau ini dipicu harga jualnya yang cukup tinggi,” tuturnya
Amir pun mengakui kacang hijau di Kabupaten Manggarai Timur memiliki peluang yang besar untuk dikembangkan sebagai komoditas ekspor. Sebab pasar luar negeri senang dengan kedelai berwarna ‘butek’.
“Ini pas dengan varietas Vima yang menghasilkan kacang hijau berwana kusam itu,” bebernya.
Lebih lanjut Hendrikus menegaskan kelebihan varietas Vima selain umur tanam yang tidak panjang, sekitar 57 hari, produktivitasnya pun cukup tinggi, bisa mencapai 2,4 ton per hektare. Mendukung hal tersebut.






