Pihaknya saat ini tengah melakukan proses peninggian intake, sehingga jika terjadi banjir besar maka diharapkan pompa tidak mati dan terendam lumpur serta sampah.
Upaya lainnya kata M Olik yakni memperbanyak reservoir atau bak penampungan sementara. Harapannya jika terjadi putusnya aliran air ke pelanggan maka pelanggan masih dapat terlayani dalam waktu 24 jam.
“Ada beberapa titik reservoir yang kami buat dan paling besar 20 ribu kubik di instalasi pengolahan air Legong. Kami juga membuka call center dan SMS center untuk pengaduan pelanggan,” jelas nya ( Wahyu gondrong )






