“Kementerian Pertanian melakukan berbagai langkah penting soal panen rata ini di antaranya, sinergisitas dengan penggilingan, petani, offtaker, lembaga keuangan, untuk stabilisasi harga gabah saat panen raya serta penyerapan gabah petani yang bekerja sama dengan Bulog,” ujarnya.
Untuk menjaga ketersediaan dan kebutuhan bahan pangan sampai puasa dan lebaran, sambung SYL, pihaknya mengantisipasi dari sisi lonjakan harga.
Salah satunya dengan cara menggelar pasar murah mulai dari bulan Februari 2020 ini sampai bulan Mei 2020 mendatang.
“Kementerian Pertanian antisipasi untuk menjaga stabilitas harga pangan yang rentan mengalami fluktuasi, seperti cabai, bawang putih, gula, daging ayam, daging sapi, dengan melanjutkan gelar pasar murah pada bulan Februari dan bulan-bulan selanjutnya,” urainya.
Terkait saran dan rekomendasi Komisi IV terkait evaluasi kinerja Kementerian Pertanian periode 2015–2019, SYL mengaku bahwa saran dan rekomendasi Komisi IV telah ditindaklanjuti.
Beberapa permintaan berupa data dan hasil evaluasi di antaranya data stok dan kebutuhan daging nasional, populasi hewan ternak, wajib tanam dan realisasi bawang putih, data KUR pertanian, serta data rekapitulasi temuan Inspektoral Jenderal
“Telah kami tindak lanjuti dan menjalankan perbaikan program Menteri Pertanian Tahun 2020,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR Sudin mendorong Kementan di bawah kepemimpinan SYL dalam menerapkan transparansi data sehingga data sesuai hasil produksi yang riil.
Karena itu, Komisi IV meminta capaian produksi komoditas pertanian disampaikan menggunakan angka yang riil.
“Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo agar dapat mencermati soal transparansi data, sehingga data tersebut mencerminkan produksi komoditas pertanian yang realistis. Saya tegaskan, untuk tidak mengulangi lagi kesalahan yang pernah dilakukan pada masa periode lalu,” tegasnya.






