Dari sisi politik, K.H Ma’ruf Amin menekankan agar pergantian kepala daerah tidak berpengaruh pada inovasi yang telah mereka ciptakan. Gejolak politik di pusat maupun daerah tidak boleh mengganggu profesionalisme ASN.
“Mereka (ASN) harus terjamin. Meski terjadi perubahan, pimpinan politik, tapi pegawai tidak rusak, ekonomi tidak terganggu, profesionalisme tidak terganggu, sehingga para ASN bekerja dengan tenang,” tegas K.H Ma’ruf Amin.
Di akhir dialog, Wapres K.H Ma’ruf Amin berharap agar ajang tahunan ini dapat dipertahankan. Bahkan, ia memberi masukan agar kriteria dalam Anugerah ASN berikutnya bisa diperluas. “Diperluas kriterianya. Akan banyak yang muncul dari kriteria yang lain,” pungkasnya.
Perlu diingat, pada ajang Anugerah ASN terdapat tiga kategori yaitu PNS Inspiratif, The Future Leader, dan PPT Teladan. Semua nomine dinilai oleh tim juri independen, diantaranya Penulis Senior Maman Suherman, CEO Good News From Indonesia (GNFI) Wahyu Aji, Penggiat Digital Literasi Ahmad Nugraha, dan Penggiat Perpustakaan Nasional Sulasmo Sudharmo.
Dalam dialog bersama wapres tersebut, hadir pula Sekretaris Kementerianb PANRB Dwi Wahyu Atmaji, Deputi Bidang Sumber Daya Aparatur Setiawan Wangsaatmaja, serta ketua tim juri anugerah ASN Helmi Yahya. ( tyas/ red)






