Kunjungan Badan Permusyawaratan Desa ( BPD ) Kabupaten Kuantan Singingi Ke Nagari Simabur

Hampir senada, Elita D. S. Sos selaku Sekretaris Kecamatan Pariangan mewakili Camat Pariangan pun menambahkan bahwa disamping Nagari Simabur juga terkenal dengan pusat oleh-oleh jajanan tradisional, Nagari Simabur juga berkembang dalam perekonomiannya. ” Di Kecamatan Pariangan ini terdiri dari 6 Nagari, salah satunya adalah Nagari Simabur. Namun ada yg membedakan kita dengan kabupaten lain yaitu sesuai dengan Perda No 4 Tahun 2008 tentang nagari, kita punya Lembaga Unsur, yaitu Kerapatan Adat Nagari, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Pemuda dan Bundo Kanduang dimana masing-masing punya peranan penting di nagari. Mengenai Bumnag atau Bumdes, seperti yang dikatakan pak Wali tadi bahwa usaha nagari ini sudah berjalan dan sedang berkembang. Kita punya lata pencacah sampah, salah satu produk dari bank sampah ini yaitu minyak tanah. Jadi, sampah dari masyarakat nantinya di jual ke bank sampah dan yang mereka terima bukan uang, tapi minyak tanah. Ada juga kompos yang sudah di olah di komposter, berguna untuk pupuk bagi para petani kita dan ini sangat efisiensi hingga bisa mengurangi biaya rumah tangga masyarakat Nagari Simabur,” kata Elita. Dan kalau di Kuantan Singingi ada BPD, di tempat kami pun ada tapi namanya BPRN, dimana tugasnya adalah mengawasi dan ikut berperan penting dalam menjalankan roda pemerintahan nagari. “Merekalah yang membantu pak Wali untuk mengawasi dan mitra dari pemerintahan nagari agar roda pemerinthan nagari tetap pada relnya,” lanjutnya.

Irvan Fikri, Pejabat Sementara Kepala Desa Kampung Medan sekaligus ketua rombongan study banding ini, dalam kata sambutannya juga menyampaikan bahwa apa yang mereka lakukan ini adalah untuk mengembangkan potensi alam dan sumber daya manusianya yang ada di desanya masing-masing. ” Tujuan kedatangan rombongan kami ink selain silaturahmi, kami juga ingin melihat langsung bagaimana cara pengolahan sampah melalui bank sampah yang ternyata sudah punya hasol produksi di Nagari Simabur. Karena di desa kami, sekarang lagi giat-giatnya membangun Bumdes.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *