” Apa yang dibangun saat ini sebagai proses awal untuk memastikan pengaliran gas awal sudah dapat dilakukan,” tambahnya.
Dikatakan kalau Dirjen Migas akan menambah pembangunan jaringan sekitar 5.700 sekian tahun depan 2020 dan untuk 100% ini tinggal menambah 3.000.
“Harapan kami, meminta komitment Pemerintah Kabupaten untuk menjaga tata kelolanya, sehingga layanan ke masyarakat tidak terganggu, yang kedua supaya menjaga fasilitas pemerintah ini karena sangat rentan terhadap air dan kotoran, kalau sudah tersumbat maka pemanfaatannya sudah tidak dapat dimaksimalkan lagi,” harapnya.
“Jika program ini berhasil, saya akan menampilkan Bupati Wajo sebagai pembicara diantara Bupati Bupati yang daerahnya mendapatkan bantuan jaringan gas,” pungkas H. Alimuddin Baso.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembukaan Valve untuk pengaliran gas bumi rumah tangga kabupaten Wajo
Selanjutnya penandatanganan persetujuan formulir permohonan berlangganan jaringan distribusi gas rumah tangga antara pihak PT. Pertagas Niaga sebagai operator dan pihak pelanggan, disaksikan oleh direktur perencanaan infrastruktur migas dan Bupati Wajo, serta penyalaan kompor perdana secara simbolis oleh direktur perencanaan.
Turut hadir Wakil Bupati Wajo H. Amran, SE, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Wajo, Direktur Utama PT. Perusahaan Gas Negara Tbk, President Direktur PT. Pertamina Gas, Direktur Utama PT. Pertagas Niaga, Direktur Utama PT. Wahana Krida Konsulindo, Direktur PT. Sucofindo Episi, Presiden Direktur PT. Energy Equity Epic Sengkang, Para Unsur Forkopimda Kabupaten Wajo, Ketua Pengadilan Negeri Sengkang, Ketua Pengadilan Agama Sengkang, dan Para Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kabupate Wajo.
(Humas Pemkab Wajo)






