Fashion show sesi kedua menampilkan karya dari AM by Anggiasari dengan tema Fibrin, Najua Yanti dengan tema Altabieu (The Nature), Yanti Adeni dengan tema Hola Miak, LÉGAN by Runny Soema di Pradja dengan tema kibo, De Chantique by Nining Santoso, Irma Hakim dengan tema Transparansi, Aprilia dengan tema Awal Mula/Natural, Medina Zein dengan tema La Belle, Alfatir Muhammad dengan tema Silent, kami. dengan tema Jana, Tenoen Osing by Sanet Sabintang kolaborasi dengan Sekar Bakung Batik dengan tema Matsumoto Castle, L.tru dengan tema Infinie, Jeny Tjahyawati dengan tema Rock The Casbah, dan brand tas Doris Dorothea untuk melengkapi penampilan koleksi Medina Zein, kami., dan LÉGAN.
Sedangkan fashion show sesi ketiga menampilkan karya dari Desainer Lisa Fitria dengan tema The Window, Aninda Nazmi dengan tema Deep portray, Ina Priyono dengan tema Alas, Hannie Hananto dengan tema Eten, Meccanism dengan tema Kaba, Meeta Fauzan dengan tema Embun Pagi, ASK by Asky dengan tema Luminous, Iva Lativah dengan tema Lirik, Reborn29 by Syukriah Rusydi dengan tema Gakusei, Shafira dengan tema Raison d’etre, Khanaan dengan tema Sedasa, Sessa by Monika Jufry dengan tema Hidden Beauty #2, Rasya Shakira dengan tema Serene.
Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) memberikan dukungan penuh pada perhelatan Sustainable & Ethical Fashion ISEF 2019. Seperti yang disampaikan oleh Jetty R Hadi, Vice Chairman of Indonesia Halal Lifestyle Centre (IHLC), “Di bawah ‘rubrik’ gaya-hidup halal, fesyen dan konteks luasnya yaitu hal-ikhwal berpakaian, harus patuh pada pedoman mengenai apa yang dimaksud dengan kehidupan dan gaya-hidup yang sekaligus halal dan thoyyib (baik, sehat, tidak berbahaya, ramah lingkungan). Sepotong hijab, sebagai contoh, harus bisa ditelusur bahan mentah dan material tambahan apa saja yang digunakannya, seberapa bermanfaat atau bermudarat bagi sesama rantai pasokannya sampai ke tangan penggunanya. Begitu pula, seberapa tepat atau berlebihankah sebuah industri dan pasar fesyen di hadapan keadaan masyarakatnya. Oleh karenanya sangat logis apabila kriteria dari produk konsumen yang “ethical” dan “sustainable” sesuai dengan kriteria fesyen Islami.”






