Fashion etis dan berkelanjutan dukung Indonesia jadi pemain di industri halal global

Hal senada disampaikan oleh National Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC), Ali Charisma, bahwa industri fesyen muslim Indonesia telah mengalami peningkatan yang signifikan yang juga menawarkan keragaman konten lokal yang tidak dimiliki oleh negara lain sehingga menjadi potensi dan nilai tambah untuk dipasarkan ke skala global.dan menciptakan citra bahwa Indonesia telah bersiap sebagai pusat industri halal global. Sinergi antara BI, IFC, dan IHLC akan menciptakan kekuatan dan pengaruh cukup besar dalam ekonomi keuangan syariah tingkat nasional maupun internasional dan pada akhirnya dapat mewujudkan Indonesia sebagai kiblat fesyen muslim dunia.
Sustainable & Ethical Fashion ISEF 2019 menampilkan etalase karya 78 perancang busana muslim Indonesia melalui pameran business to business (B to B) pada tanggal 13-16 November 2019 di Assembly Hall, JCC dan rangkaian fashion show pada tanggal 14 dan 15 November 2019 di Main Stage Plenary Hall, JCC. Potensi buyer dalam dan luar negeri dihadirkan dalam perhelatan ini untuk dipertemukan dengan para perancang busana muslim Indonesia yang terpilih melalui proses kurasi dan telah dibina untuk mempersiapkan brand dan produk siap ekspor.

Digelar selama dua hari, setiap harinya Sustainable & Ethical Fashion ISEF 2019 menghadirkan rangkaian fashion show yang terdiri dari tiga sesi. Pada hari pertama, fashion show sesi pertama menampilkan karya dari “The Purun” berkolaborasi dengan Vivi Zubedi dari IKRA Indonesia, Saffana dengan tema Tennung Madika yang menggunakan tenun dari Sulawesi Selatan, Itang Yunasz dengan tema Nusantara untuk Dunia yang menggunakan songket dari Sumatera Barat, Rosie Rahmadi dengan tema Barasarira yang menggunakan batik dari DKI Jakarta, Tutyadib dengan tema Lagak That yang menggunakan songket dari Aceh, WAD Studio (We A De) by Anti Dewi dengan tema Espoir, Wignyo Rahadi dengan tema Rising Tapis yang menggunakan kain Tapis dari Lampung, Vee House by Alvy Oktrisni dengan tema Three of Life, didukung oleh Batik Sarita Toraja Manik Manik Annie Toraja Gallery, Dian Pelangi dengan tema Beauty In Diversity yang menggunakan songket dari Riau dan Kepulauan Riau, Irmaintan dengan tema Patirangga yang menggunakan tenun dari Sulawesi Tenggara, Neera Alatas dengan tema Enchanting Mandalika yang menggunakan tenun dari Nusa Tenggara Barat, Defika Hanum dengan tema Rhythm, Irna La Perle Heritage dengan tema Groetuit de Preanger yang didukung oleh Tenun Garut Hendar Jawa Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *