Harapan masyarakat sebagai pengawas pembangunan di desa juga diungkapkan Rektor Universitas Syiah Kuala Samsul Rizal, menurutnya perguruan tinggi terus berusaha meningkatkan kesiapan masyarakat desa dalam pembangunan desa. “Desa harus memiliki pengawasan yang kontinyu, dan ini bisa dilakukan masyarakat,” Jelas Samsul Rizal .
Dikatakannya Masyarakat yang bisa melakukan pengawasan tentu masyarakat yang baik. SDM desa yang tidak baik membuat kemiskinan desa tidak menurun.
Lebih lanjut dijelaskan Samsul satu – satunya jalan meningkatkan pembangunan dan pengawasan desa adalah menjalin komitmen bersama antara banyak pihak dalam percepatan pembangunan desa.
Berbicara mengenai pembangunan desa di Aceh, Azhari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Provinsi Aceh mengatakan saat ini provinsi paling barat Indonesia ini sedang berupaya menciptakan Aceh yang hebat dan itu dimulai dari gampong (desa) yang merupakan daerah pinggiran.“ Bagaimana menjadikan gampong di Aceh dan bagaimana pula menggunakan dana desa untuk membangun gampong,” jelas Azhari. Dana desa di Aceh sendiri menurut Azhari pemantauan penggunannya belum sefokus dana otsus. Dana otsus yang lebih dipantau dan diawasi lebh ketat oleh masyarakat, LSM dan pemerintah, padahal kedepan justru dana desa yang menjadi dana masa depan bagi Aceh.
Kedepan pengawasan penggunaan dana desa lewat masyarakat desa juga akan lebih ditingkatkan, karena menurut Azhari pengawasan berbasis masyarakat lebih efektif. ” Namun tentunya lagi-lagi masyarakat harus dibuat mengerti dulu mengenai dana desa dan pengawasannya dalam banyak aspek seperti aspek hukum misalnya,”pungkas Azhari.
Forum Grup Diskusi (FGD) bertema “Pembangunan Desa Berbasis Masyarakat” di adakan di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh 29 – 31 Oktober 2019. FGD ini merupakan rangkaian FGD lainnya yang dilaksanakan di kota – kota di Indonesia yang bertujuan untuk mendapatkan masukan dan pertimbangan yang strategis dan taktis yang akan diserahkan kepada menteri desa PDTT sebagai langkah mengembangkan desa menjadi desa yang berkembang dan mandiri.






