Ende, Poros Nusantara – Kopi asal Flores menjadi salah satu komoditas unggulan dari Indonesia yang digemari masyarakat dunia. Berdasarkan data sistem otomasi IQFAST sepanjang Januari hingga medio Oktober 2019, volume kopi dari Flores yang dikirim antarpulau sebanyak 78,117 ton yang setara dengan nilai Rp 2,4 miliar.
Menurut Yuliana Rosario (43 tahun), pelaku usaha yang melalulintaskan Kopi Flores menyebutkan bahwa nilai komoditas yang memiliki aroma khas tersebut berkisar Rp 32.000 per kg. Namun, nilai tersebut bisa lebih tinggi diperoleh petani bila langsung dijual kepada penikmat kopi di mancanegara.
Yuliana yang juga merupakan petani kopi di Kampung Adat Wologai, Kabupaten Ende menyebutkan banyak pembeli manca negara menemuinya dan meminta pihaknya untuk mengirimkan sampel.” Sebanyak 10 kilogram Kopi Flores sebagai sample telah kami sertifikasi sesuai persyaratan di Inggris,” kata Kepala Karantina Pertanian Ende Yulius Umbu Hunggar saat menyerahkan sertifkat Phytosanitary Certificate (PC) di Ende, Selasa (29/10).
Menurut Yulius, pihaknya selaku otoritas karantina menjadi penjamin kesehatan dan keamanan produk pertanian. Biji Kopi Flores ini selanjutnya diekspor via jasa pengiriman dengan PC yang dilampirkan agar produk dapat diterima dinegara tujuan. Ia berharap kedepan, dengan kerjasama berbagai pihak Kopi Flores dapat dikirim langsung ke mancanegara.
*Ekspor Produk Olahan Memberi Nilai Tambah*
Yulius menyebutkan saat ini lalu lintas eksportasi produk pertanian unggulan asal Flores ini masih dalam bentuk biji kopi.
Sementara industri pengolahan kopi di Flores kini mulai bertumbuh. “Ini harus kita dorong, karena industri olahan dapat memberi nilai tambah sekaligus menjadi penggerak ekonomi. Sisihkan margin keuntungannya untuk petani, agar petani semakin semangat menanam,” tambah Yulius.






