Keinginan Syahrul Yasin Limpo menjadikan kementan lebih baik dari kementrian yang lain

Sebagai mantan Gubernur Sulawesi Selatan dia menegaskan, pejabat yang memegang jabatan struktural, harus bertanggungjawab padanya. Selain itu, dia juga akan bersinergi menyambung, melanjutkan apa yang telah dilakukan Mentan Amran Sulaiman sebelumnya.

“Kita kerjasama. Saya terbiasa kerja cepat tanpa sekat, tidak terlalu tegang. Saya pernah jadi Kepala Desa, pernah jadi Lurah. Kemudian Camat selama 4 tahun. Camat teladan. Saya juga pernah Jadi Bupati dua periode di Kabupaten Gowa. Percontohan otonomi daerah ada di Kabupaten Gowa,” jelas Syahrul.

Dia juga mengatakan, jarang bekerja di ruangannya. Namun justru nanti akan
Ke ruang dirjen, bahkan tukang sapu. Dia mengaku paling banyak kerja di atas mobil dan di atas pesawat.

“Jam kerja saya juga tidak tentu. Kalian tidak perlu antre. Saya peraih 244 prestasi nasional. Semua kepala dinas saya juara. Artinya yang hebat anak buah, dirjen pak menterinya akumulasi kehebatan,” beber Syahrul.

Dia juga menceritakan, pejabat juga sering semobil. Membeberkan program kerja. kalau tidak bagus, akan diturunkan dari mobil. Perbaiki dulu.

“Saya suka orang salah, besok harus benar. Yang tidak saya suka, orang bohong, koruptor, sogok-sogok. Munafik. Yang penting tanggungjawab
Perbaiki cara pandang kita terhadap kementerian ini (Kementan, red). Kementerian ini harus ada manfaatnya buat bangsa dan negara. Tidak boleh sekedar hanya melakukan tugas dan tanggungjawab,” pungkasnya.

Beberapa hari yang lalu sempat beredar informasi dari oknum Forum Wartawan Pertanian ( Forwatan ) terkait mundurnya jadwal Serah Terima Jabatan (Sertijab) Menteri Pertanian akibat ketidakhadiran Amran Sulaiman sebagai menteri periode sebelumnya,
Maka dari itu Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
Informasi yang disampaikan Forwatan tidak berdasar informasi yang akurat, karna akan menimbulkan persepsi tidak baik terkait Sertijab Mentan.karna sertijab sudah disepakati sejak awal, diselenggarakan pada hari Jumat, 25 Oktober 2019, dan kehadiran Mentan Syahrul, kemarin, pada hari pertama pasca pelantikan, ditujukan untuk silaturrahmi bersama keluarga besar Kementan,” kata Kuntoro Boga Andri.
Terkait mundurnya waktu Sertijab tidak lebih karena sedang mempersiapkan acara agar berjalan dengan sukses.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *