oleh

Cita – cita Mulia Hj Rosmaini ingin mendirikan Universitas Al-Azhar yang di spesialkan untuk orang-orang yang tidak mampu

Poros Nusantara – Saat pertemuan wawancara di lobby apartemen Lavande Residance, Jl Prof. Dr. Soepomo, Jakarta (29/10/2019) terlihat sosok wanita yang sangat keibuan. Ibu Hj Rosmaini begitulah panggilannya. Hj Rosmaini merupakan pendiri Yayasan Diniyah Al-Azhar di kota Jambi. Bernama lengkap Rosmaini MS kelahiran kota padang pada tahun 1952.

Sejak duduk di sekolah Diniyah putri kota padang panjang tahun 1972, Hj Rosmaini sudah berhasrat besar ingin memajukan daerah kelahirannya lewat pendidikan.
Pada tahun 1973 saat masih berstatus mahasiswi, Hj Rosmaini di tunjuk menjadi ketua senat yang di rekrut oleh pengurus perguruan Diniyah kota padang. Ketika lulus study, Hj Rosmaini di minta oleh orang tuanya untuk pulang, namun permintaan itu tidak di hiraukan, dia memilih untuk tetap tinggal di asrama menjalankan kegiatan perguruan di sana. Sehingga untuk kebutuhan harian Hj Rosmaini terus berhutang di kantin perguruannya.” karna saya tidak mau pulang, hutang di kantin jadi menumpuk, sehingga akhirnya orang tua saya turun tangan menyelesaikan tagihan itu.sambil tertawa lucu mengingat masa – masa itu.

Pada saat itu Hj Rosmaini di percaya menjalankan kupon sumbangan dengan rute padang panjang,muara bungo jambi, sekitar palembang, tanjung karang hingga jakarta. dari perjalanan inilah Hj Rosmaini mendapat pengalaman berharga. hasrat besar nya suatu hari nanti dia ingin sekali memiliki sekolah sendiri.

BACA JUGA  Giat Kwarcab Pramuka Sawahlunto Dari Memproduksi APD Medis Hingga Berikan Bantuan Sembako.

Dalam keluarga Hj Rosmaini merupakan anak tunggal. Ayah nya bekerja di Instansi kepolisian dan Ibu memiliki usaha rumah Makan. meski berasal dari keluarga mampu Hj Rosmaini tetap mandiri. lewat ilmu yang diraih saat di sekolah dulu dia berhasrat suatu hari nanti ingin memiliki sekolah sendiri.

“Awal mula saya mendirikan Diniyyah ini hanya bermodalkan satu guru, satu murid dan tempat sendiri. Suami, Anak – anak, Teman – teman juga ikut andil membantunya. sehingga seiring waktu, berkat doa dan usaha akhirnya Yayasan pondok pasantren Diniyah Al-Azhar Jambi menjadi besar”.

Saat ini sekolah Diniyah telah memiliki tiga cabang di provinsi Jambi, di kelola oleh ketiga Putranya. Untuk sekolah yang ada di kota Jambi pengelolaan dipercayakan kepada anak kedua yaitu Muhammad Hafis Yusufi, tamatan universitas kairo, Mesir. Untuk Muara bungo di percayakan kepada anak ke tiga yaitu Zul Fadli Yusufi, lulusan universitas Madinah, sedang yang di Muara tebo oleh anak terakhirnya Zul Muhaimin Yusufi yg saat ini tengah menyelesaikan S2 di Universitas Malaysia. Sayangnya anak pertama Hj Rosmaini telah meninggal dunia karena kecelakaan sepeda motor ketika akan melanjutkan study di Kairo, Mesir.

Sudah berpuluh tahun Hj Rosmaini mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan.
Yayasan Al-Azhar awalnya berlokasi di rumah yang dipinjamkan oleh seorang dermawan Alm, H Ramli. saat tinggal di tanjung gedang muara bungo, Hj Rosmania dan suami tercinta H.Saman pernah menghadapi tantangan dan rintangan dari segala penjuru, namun berkat Rahmat Tuhan, dengan terus berupaya dan berdoa, akhirnya pemerintah daerah Jambi memberikan lokasi permanen untuk mendirikan Pasantren.

BACA JUGA  JALAN LINTAS TIMUR MACET DI AKIBATKAN PUTUSNYA JEMBATAN DI KAMPUNG MANGALA KECAMATAN MANGALA TIMUR PROVINSI LAMPUNG

Yayasan seluas 11,5 Ha di rimbo tengah bungo sebelumnya masih hutan belantara. Baru di awal tahun 1983 lokasi itu mulai di bangun kelas belajar, asrama santri dan Rumah guru yang di danai oleh Instansi pemerintah, infaq dari masyarakat dan para simpatisan. Berkat dukungan dari berbagai pihak tujuanpun terlaksana.

Pada saat yang bersamaan di dirikan juga Masjid lewat sumbangan dana yang di peroleh dari Ibu Hj Fatimah Basyar seorang dermawan dari Arab saudi.

Untuk mengembangkan pendidikan lebih besar lagi, H.kadir basalamah yang saat itu menjabat Dirjen, Bimas Islam serta Buta Moh.Natsir mantan perdana mentri RI dan walikota jambi bpk Drs H.Ashari memberikan ide ide dan masukan kepadanya maka tahun 1987 di bukalah perguruan Al-Azhar di Ibu kota propinsi Jambi. Namun begitu Hj Rosmaini belum merasa puas, karna masih ada Cita-cita terakhir yang ingin wujudkan yaitu, mendirikan Universitas Al-Azhar. Pembangunan Universitas nanti akan di spesialkan di perlakukan khusus untuk orang-orang yang tidak mampu. dan jurusan yg di buka nanti hanya untuk dua fakultas yaitu fakultas pendidikan dan kesehatan. ada beberapa bank luar negeri yang ingin mendukung pembangunannya di antaranya adalah bank IDB. (Islam depelomad Bank). bila nanti terlaksana, maka untuk yang ada di kota jambi merupakan pengembangan STKIP yang sudah di miliki sebelumnya.
Saat di tanya sudah sejauh mana progres pembangunannya?, Hj Rosmaini menjawab

BACA JUGA  Wakil Ketua Komisi IV DPRD Wajo Reses di Dapilnya Serap Aspirasi Warga dan Edukasi Warga Menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19.

“untuk di Jakarta akan di bangun bila pembebasan lahan seluas 22H di daerah parung Bogor terlaksana.Ada seorang teman yang biasa saya panggil kak Ros dari Manado, beliau juga memiliki cita cita yang sama seperti saya ingin mendirikan Sekolah tinggi . Namun semua ini masih harapan dan cita – cita yang diupayakan untuk terwujud.

Mantan mentri negara bapak Dr Fasli zalan yang merupakan anak dari Guru Hj Rosmaini saat bersekolah dulu mengatakan siap untuk menjadi rektor bila universitas Al-Azhar terwujud.
Visi Hj Rosmaini ingin lembaga pendidikan islam menjadi terkemuka dengan terus menyeimbangkan pola pengajaran terpadu berdasarkan Alqur’an, hadist dan keilmuan yang moderen dalam raka pembentukan generasi muda.
Sedang misinya ingin membentuk generasi muda yang berjiwa Islam, actif kreatif,bertanggung jawab terhadap ilmu yang dimiliki untuk kesejahtraan masyarat, bangsa dan Agama atas dasar pengabdian kepada sang pencipta.

Reporter : ZEffAN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini