Bupati Wajo Pembicara Seminar Nasional Ulat Sutra di UGM

Dan dikatakan kalau satu kokon kalau dipintal bisa 600 sampai 900 meter, aslinya satu sarung Sutra asli cuma satu genggam, dan makana dari ulat sutra itu adalah murbei dan bisnis ini sangat layak karena bisa main di Hulu sampai Hilir.

“Kalau di daerah kami pemintalan ada dua macam ada pemintalan tradisional dan ada juga pakai mesin. pertenunannya juga ada tiga macam ada alat tenun bukan mesin ada yang sudah pakai mesin dan ada yang masih pakai gedongan, dan Pak Jusuf Kalla menjadi langganan kami di kabupaten Wajo karena dia suka ciri khas sarung sutra kita, karna sarung sutra kita memang memiliki ciri khas yang dia sukai,” jelas Bupati Wajo.

Dan dikatakan kalau Sarung Sutra ini sudah di daftar menjadi warisan tak benda yang sudah dipatenkan secara nasional, demikian juga coraknya juga akan dipatenkan, tentu ini bisa meningkatkan ekonomi kerakyatan, perluasan kesempatan kerja dan peluang bisnisnya sangat banyak dan ini juga merupakan program pemberdayaan masyarakat, kami akan terus supaya banyak lapangan kerja yang buat masyarakat Wajo.

“Ini juga merupakan program pemberdayaan masyarakat kita, kemudian supaya banyak lapangan lapangan kerja yang buat masyarakat kita dan ini sudah menjadi pakaian adat sejak tahun 50-an itu sudah diperkenalkan di daerah kami,” jelas Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M Si.

“Kami sekarang ini membina 10 kelompok tani sebanyak 120 orang petani yang kita edukasi kembali, karena mereka rata-rata sudah beralih bercocok tanam jagung dan coklat yang tadinya mereka menanam murbei, secara ekonomi murbei itu satu kali tanam bisa beberapa kali panen daunnya, dan baru 100 hektar kebun murbei yang kami bina,” Bupati Wajo menambahkan.

Dan dijelaskan kalau dari 900 ton kebutuhan kita baru 3 ton untuk Wajo, dan itu baru 0,5% yang bisa dipenuhi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *